Ruang Lingkup Konsep Operasional Management


Konsep operasional management sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam memaksimalkan barang atau jasa yang diproduksi, sehingga memiliki nilai tambah tersendiri bagi konsumen. Jika dilihat dari pengertiannya, menurut Lary P. Ritman dan Lee J. Krajewski dalam Operational Management (Strategy and Analysis), manajemen operasi bermakna arahan dan kontrol proses yang mengubah input dalam perusahaan menjadi produk dan jasa.

Sementara itu, Sofjan Assauri dalam Manajemen Produksi dan Operasi menyebutkannya sebagai proses pengolahan sumber daya demi menghasilkan barang atau jasa untuk tujuan dan sasaran organisasi.

Dilihat dari tujuannya, manajemen operasi bermaksud untuk: (1) menghasilkan barang yang sesuai dengan rencana sebelum dimulainya proses produksi, (2) mengatur produksi barang atau jasa yang dihasilkan dengan harga, jumlah, waktu, kualitas, dan tempat yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan (3) membuat barang atau jasa tersebut memiliki nilai tambah.

Ruang lingkup manajemen operasional sendiri juga terdiri dari tiga tahap. Pertama, sistem informasi produksi. Di sinilah perusahaan mengatur dengan sedetail mungkin tentang segala rencana yang akan diterapkan pada barang atau jasa yang hendak dijual, mulai dari produk atau model apa yang disukai konsumen, perbandingan dan keunggulannya dengan produk lain, lokasinya yang paling ideal (yang lebih menghemat keuangan perusahaan sekaligus tetap memungkinkan menghasilkan barang atau jasa dengan kualitas tinggi), lingkungan kerja, hingga standard produksi barang atau jasa tersebut.

Kedua, sistem pengendalian produksi. Dalam hal ini, perusahaan mengambil kontrol sepenuhnya, mulai dari proses produksi barang atau jasa yang dipilih, bahan baku yang dipakai, biaya produksi, kualitas barang atau jasa itu sendiri, dan pemeliharaan (maintenance). Tujuannya, sekali lagi tentu mendapatkan hasil yang serba maksimal.

Tahap ketiga adalah perencanaan sistem produksi, yang meliputi struktur organisasi perusahaan penyedia barang dan jasa, skema produksi jika terjadi pesanan, dan skema produksi ketika barang atau jasa masih tersedia.
Secara ringkas, aktivitas manajemen operasional ini meliputi empat tindakan, yaitu plan (rencana), diikuti do (tindakan), disusul check (evaluasi), dan terakhir action (perbaikan). Konsep operasional management yang apik adalah kunci keberhasilan perusahaan.

Selanjutnya : Apa Saja Yang Termasuk Karakteristik Penelitian Pendidikan?
Sebelumnya: Kaitan Peranan Ilmu Ekonomi dalam Sumber Daya Alam
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar