Pengertian dan Contoh Konstitusi Tertulis dan Konstitusi Tidak Tertulis


Pengertian dan contoh konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis akan memberikan informasi mengenai kedua jenis konstitusi tersebut beserta contohnya agar lebih mudah untuk mempelajarinya. Untuk itulah artikel kali ini akan membahas mengenai konstitusi dan juga contoh aplikasinya pada negara-negara besar.

Pengertian dan Jenis Konstitusi

Konstitusi merupakan suatu aturan yang berfungsi untuk membatasi kekuasaan dan kewenangan pemerintahan yang sedang memimpin. Konstitusi disusun sebagai upaya agar Pemerintah tidak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Sementara itu, untuk jenis konstitusi terbagi atas dua jenis yaitu konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis.

Konstitusi tertulis adalah suatu undang-undang yang tertulis dan harus ditaati oleh pemerintahan yang sedang memimpin. Sementara itu, konstitusi tidak tertulis merupakan suatu aturan yang harus ditaati oleh pemerintah namun tidak berbentuk undang-undang yang tertulis. Selanjutnya akan membahas mengenai contoh negara yang menerapkan kedua jenis konstitusi tersebut.

Contoh Aplikasi Kedua Jenis Konstitusi

Inggris merupakan contoh negara yang menerapkan konstitusi tak tertulis atau yang dalam istilah asing disebut Unwritten Constitution. Di negara ini kekuasaan tertinggi yang berhak untuk mengubah undang-undang adalah parlemen.

Sebagai negara dengan konstitusi tak tertulis, Inggris memiliki ketatanegaraan antara lain seperti Magna Charta 1215 dan Parliament Acts 1911 dan 1949. Dua hal tersebut yang membatasi kedaulatan pemerintah. Sementara itu, negara yang mempunyai konstitusi tertulis atau yang disebut juga dengan Written Constitusi, yaitu Amerika Serikat.

Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki Undang-Undang tertua. Undang-Undang Amerika Serikat mulai disusun sejak 1787 dan resmi ditaati sejak 1789. Contoh Undang-Undang yang termasuk dalam konstitusi tertulis Amerika Serikat, yaitu Naskah Undang-Undang Dasar dan sejumlah keputusan yang ditentukan oleh Mahkamah Agung berdasarkan hak uji.

Dalam menyusun suatu Undang-Undang perlu diperhatikan unsur fleksibilitas. Undang-Undang yang terlalu fleksibel akan dianggap sebagai suatu hal remeh yang tidak memiliki kewibawaan untuk dijalankan.

Yang dimaksud dengan suatu Undang-Undang bersifat fleksibel adalah Undang-Undang tersebut dapat diubah dengan menggunakan prosedur yang sama. Sementara itu, jika terlalu kaku maka dapat menimbulkan ketidakpuasan dari warga negara hingga terjadi pelanggaran Undang-Undang.

Demikianlah uraian singkat mengenai definisi serta contoh negara yang menerapkan dua jenis konstitusi yang berbeda. Konstitusi tersebut meliputi konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis. Apapun jenis konstitusinya hendaknya pemerintahan suatu negara yang sedang berjalan harus dapat menaati konstitusi yang berlaku. Hal ini dilakukan, agar terwujud pemerintahan yang baik bagi warga negaranya.

Selanjutnya : Konsumsi Minyak Ikan untuk Perut Buncit Membawa Manfaat Nyata
Sebelumnya: Memahami Konsep Pertanian Berkelanjutan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar