Asal-Usul Nama Makassar Kota Daeng

Mendengar julukan Kota Daeng yang melekat pada Makassar tentu bukanlah hal asing lagi. Percaya atau tidak, jika ingin mengenal lebih jauh tentang kota yang dahulu pernah disebut Ujung Pandang pada masa Orde Baru ini, ternyata nama ‘Makassar’ berkaitan dengan Nabi Muhammad saw., nabi terakhir umat Islam.

Ada kisah yang diklaim sebagai asal-usul nama Makassar. Pada suatu ketika KaraEng Katangka, Raja Tallo ke-VI telah tiga malam beruntun bermimpi menyaksikan sebuah cahaya berbinar dari Tallo. Cahaya tadi menyebar ke seluruh negeri, bahkan ke wilayah tetangga. Lalu, tepat pada hari ketiga sang raja bermimpi, sebuah sampan kecil tiba di pantai Tallo.

Loading...

Lelaki yang menaiki sampan tersebut mendarat, dan melakukan gerakan salat. Ia memiliki wajah bercahaya yang membuat seluruh penduduk setempat terpukau dan membicarakan keagungan orang tersebut. Kabar itu sampai pula ke telinga KaraEng Katangka. Namun, belum juga ia beranjak dari istana, lelaki tersebut sudah berada di depannya; dengan jubah putih dan surban hijau.

Lelaki itu menuliskan sebuah kalimat asing di telapak tangan sang baginda. Sambil memberi pesan agar raja tersebut menunjukkan tulisan tadi kepada seorang pemuda yang akan merapat ke pantai dengan perahu. KaraEng Katangka kemudian benar-benar memenuhi perintah tersebut. Benarlah, memang ada seorang lelaki yang menambatkan perahu.

Ketika sang baginda memberitahu kejadian yang dialami, lelaki tersebut memberitahu bahwa tulisan tadi adalah kalimat syahadat. Sedang lelaki yang bertemu baginda adalah Nabi Muhammad saw. sendiri. Maka, sejak saat itulah daerah tersebut bernama ‘Makassar’, yang diambil dari frasa ‘Akkasaraki Nabiyya’ yang bermakna Nabi menampakkan diri. Dari kata akkasaraki itulah kemudian terjadi peluruhan menjadi Makassar. Pemuda yang menambatkan perahu itu adalah  seorang ulama dari Minangkabau. Dan sejak saat itulah KaraEng Katangka memeluk Islam.

Tentunya, asal-usul nama Makassar dari kisah ini, merupakan bumbu fiktif. Namun, dari kisah tersebut, kita bisa mengetahui bahwa penyebaran agama Islam di daerah ini dilakukan sejak abad 15 oleh sang penambat perahu, Abdul Ma’mur Khatib Tunggal. Menarik bukan, kisah awal Kota Daeng ini?

Loading...
Selanjutnya : Kelebihan E63 Dibanding BB Gemini
Sebelumnya: Panduan Singkat Masuk Blogger
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar