Mengatasi Kredit Macet


Kredit macet seringkali menjadi penghalang bagi kemajuan suatu perusahaan perkreditan, karena hal ini akan mempengaruhi target pendapatan perusahaan tersebut. Menurut pengertiannya kredit macet dapat diartikan sebagai pembayaran angsuran yang bermasalah. Dalam suatu kasus biasanya kredit macet ini terjadi setelah seseorang melakukan pembayaran angsuran kredit pada bulan ketiga. Karena pada awal-awal pengajuan kredit biasanya tiga bulan pertama seseorang yang mengajukan kredit mampu membayar kredit tersebut tepat waktu. Namun seiring berjalannya waktu kecenderungan untuk membayar tagihan seringkali mengalami masalah sehingga pendapatan perusahaan pun jadi tak menentu.

Pengertian Kredit Macet

Pengertian Kredit macet lebih jelas dapat dikatakan sebagai sebuah kondisi perkreditan yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban untuk melunasi hutangnya akibat adanya unsur kesengajaan maupun karena kondisi di luar kemampuan debitur itu sendiri. hal-hal yang dapat digolongkan ke dalam kategori kredit macet ini diantaranya debitur tidak dapat memenuhi kriteria kredit, yaitu kredit lancar maupun kredit diragukan. Jikalau ia mampu memenuhi kriteria kredit diragukan, akan tetapi setelah itu ia tidak dapat melunasi hutangnya lagi hingga tiga bulan berikutnya, maka inilah yang disebut kredit macet.

Pihak-pihak yang sering mengalami kasus kredit macet ini biasanya adalah sebuah perusahaan atau dalam hal ini lebih khusus disebut bank. Bank merupakan suatu perusahaan atau yang berperan sebagai mediator, artinya bank menjadi pihak yang meminjam uang dari masyarakat dan untukĀ  menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk hutang atau kredit.

Cara Mencegah Kredit Macet

Untuk mencegah terjadinya kredit macet dalam suatu perusahaan atau bank, perlu dilakukan beberapa analisis sebagai bentuk persiapan menghadapi masalah jika suatu saat terjadi kredit macet. Untuk itu, pihak bank atau perusahaan wajib memiliki kemampuan untuk mempelajari dan menganalisis kondisi ekonomi suatu negara maupun daerah serta mengamati alur perputaran uangnya. Sehingga dapat menjadi pertimbangan layak atau tidak bagi pihak bank atau perusahaan tertentu jika akan memberi pinjaman kepada seseorang atau pihak tertentu.

Sebelum memberikan izin pinjaman kepada nasabah atau pihak peminjam, perlu diadakan survey dan pengamatan terlebih dahulu terhadap calon peminjam tersebut dengan teliti serta pengumpulan data-data pekerjaannya hingga dilakukan wawancara. Sehingga perusahaan atau bank dapat mengukur seberapa besar kemampuan pembayaran calon nasabah atau peminjam. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kredit macet.

Selain itu, pihak bank atau perusahaan juga harus mampu menganalisis seberapa besar potensi kreditur untuk mampu mengembalikan uang pinjaman tersebut, sebab jika hal ini tidak dilakukan maka sudah bisa dipastikan akan terjadi kredit atau pinjaman bermasalah yaitu mulai munculnya alasan-alasan dari si peminjam, kurang lancarnya pembayaran dan akhirnya terjadilah kredit macet yang membutuhkan penanganan khusus.

Demikian ulasan mengenai kredit macet, semoga informasi ini dapat menambah wawasan anda.

Selanjutnya : Pakar Filsafat Terkenal
Sebelumnya: Cerita Rakyat Aceh yang Sering Beredar dalam Kehidupan Masyarakat Aceh
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar