Lambang Religius Kuno Payung yang Melegenda


Saat ini banyak sekali orang yang membicarakan mengenai lambang religius kuno yang dianggap sebagai simbol setan. Hal ini membuat mereka sering kali menganggap beberapa kelompok dengan yang memiliki simbol tertentu dianggap sebagai aliran sesat. Padalah simbol-simbol tersebut telah ada sejak zaman dahulu kala, baik sebagai lambang religi, penanda status sosial, atau tanda komunikasi antarsesama mereka.

Simbol tersebut tidak hanya berupa mata tiga, tanda bintang, atau lainnya. Banyak sekali benda di sekitar kita yang pada zaman dahulu kala menjadi lambang religious kuno suku bangsa tertentu namun memiliki pergesaran makna dan fungsi saat ini, salah satunya adalah payung.

Simbol Payung Zaman Dulu

Seperti yang kita ketahui, apabila saat ini payung memiliki fungsi sebagai pelindung dari hujan dan matahari. Akan tetapi, beberapa kebudayaan pernah menjadikan payung ini sebagai simbol dengan makna tertentu. Misalnya 1000 SM, pada masa Mesir kuno, payung merupakan simbol yang penting dalam acara keagamaan. Mereka menganggap payung melambangkan dewi Nut yang menaungi bumi dengan tubuhnya, sehingga memberikan perlindungan kepada rakyat.

Itu mengapa, pada zaman dahulu, hanya orang tertentu yang dapat menggunakan payung. Mereka merupakan tokoh religius yang statusnya paling tinggi dalam masyarakat. Selain itu, payung juga digunakan untuk raja dan para tokoh Mesir, yang dianggap merupakan kubah dari surga yang akan melindungi kekuasaan mereka.

Maysarakat di Cina dan India memiliki memercayai apabila payung yang terbuka merupakan lambang dari kubah langit. Orang-orang Buddha akan meletakan payung-payung pada kubah monumen mereka. Begitu pula gereja Katolik Roma, yang menyertakan payung dalam upacara keagamaan. Biasanya paus akan muncul dengan payung sutera yang memiliki garis kuning dan merah. Para uskup dan para kardinal akan memakai payung berwarna hijau atau ungu.

Fungsi payung mulai digunakan dalam fashion pada abad ke-16. Portugal adalah negara yang pertama kali memopulerkan penggunaan payung sebelum hinggap di Perancis dan berkembang menjadi bagian fashion. Pada saat itu, payung digunakan oleh raja Inggris dan Prancis dalam berbagai pesta. Fungsi payung berubah lagi pada akhir abad ke-16. Tidak lagi untuk kebutuhan fashion, namun sebagai alat pelindung dari hujan dan panas.

Demikian informasi tentang lambang religius kuno payung. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Dampak Meluasnya Kebudayaan Asing
Sebelumnya: Menghitung Biaya Rumah Minimalis 1 Lantai
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar