Langkah langkah Manajemen Resiko

Memang ada langkah langkah manajemen resiko atau risiko yang harus diikuti ketika ingin menjadi pebisnis yang sukses. Tetapi pada dasarnya tidak ada yang mau menanggung risiko tanpa memikirkan peluang yang mungkin akan diambil.

Misalnya, sebuah perusahaan penyalur berusaha banting harga agar bisa masuk ke suatu pasar baru. Harga ‘menarik’ ini diharapkan akan membuat konsumen baru tertarik membeli barang.

Setelah konsumen merasakan bahwa barang yang dipakai memang bagus, selanjutnya secara bertahap harga pun akan dinaikan hingga batas yang diinginkan. Langkah seperti ini sepertinya memang berisiko tetapi pengusaha tetap berpikir tentang mendapatkan keuntungan atau paling tidak mereka tidak rugi.

Risiko Berarti Kehilangan

Harus dipahami bahwa sebenarnya mendapatkan risiko itu artinya kehilangan banyak hal. Pebisnis yang selalu gagal akan mendapatkan pandangan yang berbeda dari pebisnis lainnya. Mereka mungkin saja tidak mau melanjutkan kerja sama karena tidak mau masuk ke dalam jurang kegagalan bersama.

Akan lebih memberikan rasa aman apabila seorang pengusaha lebih sering berhasil dalam bisnisnya. Reputasi adalah sesuatu yang sangat penting karena menyangkut kepercayaan dari rekan bisnis.

Bila kepercayaan telah hilang, akan sangat sulit mengembangkan bisnis. Pihak bank pun akan berpikir beberapa kali untuk menyalurkan kredit kepada pebisnis dengan reputasi yang tidak bagus.

Kehilangan karena mengambil risiko terlalu tinggi, bukan hanya reputasi dan uang. Kesempatan dan aset pun bisa hilang. Apalagi bila harus mengurangi karyawan yang telah lama bekerja. Hal ini tentu akan mengorbankan banyak orang. Untuk itulah, antisipasi segala kemungkinan harus dipikirkan oleh seorang pengusaha.

Langkah-langkah yang bisa diambil, misalnya, mempertimbangkan kegagalan. Melihat aset yang ada dan jangan sekali-kali mengorbankan aset tersebut sebanyak lebih dari 50%. Selain itu, pertimbangkan Keuntungan yang mungkin akan didapatkan.

Kalau itu melibatkan penambahan utang, artinya akan ada bunga utang yang harus dibayar. Kemampuan membayarnya selama 6 bulan tanpa pemasukan, sudah disiapkan.

Jika yang dipertaruhkan barang berharga, pastikan barang itu bukan rumah tinggal. Rumah tinggal termasuk aset yang sangat berharga yang seharusnya tidak masuk dalam pertimbangan risiko ini. Inilah langkah langkah manajemen resiko yang bisa dijadikan bahan pemikiran.

Loading...
Selanjutnya : Kartun Animasi Hidup
Sebelumnya: Keunikan Rajawali: Kejam Mengajari Anak Terbang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar