Latar Belakang Tari Piring Sumatera Barat

Sumatera Barat  memang sangat terkenal dengan salah satu tarian khasnya yaitu Tari Piring. Nama Tari Piring telah melambung hingga ke seluruh pelosok nusantara.  Tarian peninggalan para leluhur di Sumatera Barat  ini keberadaannya masih tetap dijaga dan dilakukan bahkan diajarkan kembali kepada anak cucu hingga jaman modern ini. Bagaimanakah latar belakang Tari Piring Sumatera Barat  Pada masa kemunculannya? Janganlah beranjak terlebih dahulu sebelum selesai membaca ulasan dibawah ini.

Latar Belakang Tari Piring

Loading...

Latar belakang Tari Piring Sumatera Barat, pada awalnya dilakukan hanya untuk menyambut musim panen. Tarian ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa terima kasih (Syukuran) karena telah dikaruniai hasil panen yang sangat banyak. Tentu saja, dahulunya tarian piring yang disertai dengan aneka macam sesajen makanan ini hanya dipersembahkan khusus untuk dewa-dewa yang dipercara oleh masyarakat di sana. Oleh karena itu, tarian tersebut terkesan penuh mistis dan ritual.

Gerakan Tari Piring

Tari Piring tentunya memiliki gerakan-gerakan yang berbeda dengan tarian daerah lainnya. Gerakan-gerakan yang khas dan unik dari tari ini terlihat saat para penarinya mengayun-ngayunkan kedua tangannya sambil masing-masing memegang piring. Bukan hanya sebatas ayunan biasa, akan tetapi harus disesuaikan dengan iringan musik yang di sajikan. Tempo musiknya semakin lama akan semakin cepat, begitupun gerakan-gerakan para penarinya.

Pada dasarnya ada 3 gerakan khas Tari Piring yang selalu diperagakan oleh para penarinya yaitu Gerakan Bagalombang, Tupai Bagaluik, dan Aka Malilik. Ketiga istilah gerakan tersebut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti gerakan bergelombang, gerakan tupai bergelut dan gerakan akal melilit.

Pantas saja kalau disebut Tari Piring karena ciri yang paling menonjol dari tarian ini adalah piringnya yang selalu menempel di kedua tangan penarinya. Piring yang dipakai pastinya bukan piring yang biasa dipakai untuk makan.  Tapi menggunakan piring buatan China yang didesain khusus dengan taburan hiasan lukisan yang memiliki nilai seni dan keindahan.

Selain memakai piring yang khas, iringan musik dalam tarian ini juga menggunakan alat-alat musik yang khusus seperti Saluang dan Talempong yang juga diiringi lagi dengan suara-suara alat musik lainnya seperti rebana dan gong sehingga membuat nada-nada yang dihasilkannya terkesan lebih bervariasi dan menambah semarak.

Kehadiran agama Islam di Sumatera Barat  telah memberikan perubahan bagi masyarakat di sana khususnya perubahan akan keyakinan dan kepercayaan. Terbukti setelah masyarakatnya menganut agama Islam, mereka tidak lagi melakukan Tari Piring sebagai acara ritual bagi para dewa karena dalam ajaran Islam kegiatan tersebut dianggap musyrik (menyekutukan Allah SWT).

Perubahan zaman telah memengaruhi keberadaan Tari Piring, yang  pada awalnya latar belakang Tari Piring Sumatera Barat  tersebut dianggap sebagai tarian sakral yang hanya dilakukan untuk sesajen dewa-dewa. Akan tetapi di zaman sekarang ini, mungkin kita akan sering melihat penampilan seni Tari Piring dalam acara pernikahan, acara-acara khusus para petinggi bangsawan dan acara undangan lainnya.

Loading...
Selanjutnya : Frekuensi Pakan Ikan Gurame
Sebelumnya: Cara Edit Foto Supaya Bagus
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar