Menulis Legenda Tangkuban Perahu Bahasa Jawa


Indonesia merupakan negeri yang tak hanya kaya akan sumber daya alam tetapi juga kaya akan legenda. Salah satunya adalah legenda Tangkuban Perahu bahasa Jawa yang dituliskan sebagai bentuk pelestarian legenda sekaligus bahasa daerah.

Legenda Tangkuban Perahu

Kelestarian bahasa daerah memang sedang menjadi perhatian dunia pendidikan. Hal ini disebabkan bahasa daerah harus tetap dipertahankan di tengah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Oleh karena itu, pada kurikulum baru 2013 penjelasan pelajaran dapat dibantu dengan menggunakan bahasa daerah untuk memberi pemahaman kepada siswa.

Dengan tujuan melestarikan bahasa daerah, buku cerita sebagai bahan bacaan anak yang berisi legenda rakyat menjadi salah satu alternatif. Oleh karena itu, cerita legenda dari berbagai daerah yang dibuat dengan bahasa daerah tertentu dianggap perlu untuk dibaca oleh siswa dan anggota keluarga.

Seperti cerita legenda Tangkuban Perahu, legenda ini berasal dari Jawa Barat yang secara turun-temurun telah diceritakan dari leluhur dan dikenal hingga saat ini. Bertahannya legenda tersebut tidak lepas dari peran para penerbit dan pembaca buku.

Singkatnya, legenda Tangkuban Perahu bercerita tentang perempuan bernama Dayang Sumbi yang telah berusia lanjut tetapi masih cantik karena selalu makan sayuran dan buah-buahan yang sehat dan segar. Dayang Sumbi memiliki anak bernama Sangkuriang yang terpisah ketika tanpa sengaja membunuh ayahnya yang berwujud anjing yang mendapat kutukan dari dosanya di masa lalu.

Dayang Sumbi yang masih selalu cantik dipertemukan kembali dengan Sangkuriang yang telah dewasa dan ingin menikahi Dayang Sumbi. Mengetahui Sangkuriang adalah anaknya, Dayang Sumbi enggan menikah dan memberi syarat untuk membuat perahu dalam semalam.

Perahu yang dibuat Sangkuriang tidak selesai sebelum fajar dan ia tidak dapat menikahi Dayang Sumbi. Sangkuriang marah dan menendang perahunya hingga tengkurap dan sekarang dikenal dengan Gunung Tangkuban Perahu karena bentuknya seperti perahu terbalik.

Jika cerita rakyat Tangkuban Perahu ini dituliskan kembali dalam bahasa Jawa, maka program pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan sekaligus melestarikan cerita rakyat. Buku-buku cerita rakyat berbahasa daerah masih sedikit yang dapat dibaca siswa. Oleh karena itu, selain peran pelestarian, menulis cerita dalam bahasa daerah juga menjadi peluang kreatif. Ayo siapa di antara Anda yang akan menuliskan legenda Tangkuban Perahu bahasa Jawa?

Selanjutnya : KOPEMAS Aceh, Contoh Koperasi Pemasaran Barang yang Berhasil
Sebelumnya: Resep Memasak Spageti
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar