Menggalakkan Program Lingkungan Bersih di Sekolah Dasar


“Kebersihan adalah bagian dari iman” itulah bunyi salah satu hadits. Menanamkan pola hidup bersih harus dilakukan sejak dini. Mulai dari orang tua sendiri yang mengajarkan pola hidup bersih di rumah serta lingkungan. Kemudian, bisa dilanjutkan di sekolah, yakni dengan mengadakan program lingkungan bersih. Sekolah merupakan instansi pendidikan formal yang tidak hanya mengajarkan tentang pelajaran akademik, namun juga berperan sebagai penanaman nilai-nilai luhur, termasuk mengenai kebersihan.

Tingkat usia anak sekolah dasar merupakan usia yang cocok untuk menanamkan nilai-nilai, karena pada saat itu anak-anak sedikit banyak sudah mulai berpikir dan memahami keadaan sekitarnya. Di tingkat sekolah dasar ini sebaiknya berbagai macam ajaran yang berisi nilai luhur diberikan, salah satunya mengenai kebersihan.

Menanamkan nilai kebersihan bisa dimulai dengan cara membuat aturan-aturan yang sifatnya persuasif, bukan larangan. Misalnya menanamkan nilai kebersihan dengan cara mengajak anak-anak membuang sampah pada tempatnya. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pengajaran-pengajaran pada anak mengenai bahya sampah bagi kehidupan.

Selain itu, menanamkan nilai kebersihan melalui pamflet atau tulisan-tulisan yang berisi seruang untuk membuang sampah pada tempatnya juga cukup efektif. Anak-anak yang masih polos dan lugu biasanya menganggap tulisan-tulisan pada pamflet tersebut sebagai sesuatu hal yang memang harus ditaati. Melalui pamflet atau tulisan tersebut secara tidak langsung ajaran mengenai kebersihan akan tertanam dalam alam bawah sadar anak-anak.

Sekolah-sekolah hendaknya menyediakan bak sampah besar sebagai lambang kebersihan. Bak sampah sebagai lambang kebersihan bisa turut menyebarkan ajaran mengenai kebersihan di kalangan anak-anak. Selain itu, bak sampah tersebut dibuat dihias semenarik mungkin agar anak-anak tertarik. Dengan begitu anak-anak tidak akan malas untuk berjalan beberapa langkah guna membuang sampah.

Sekolah juga bisa mengadakan kegiatan kerja bakti sebagai sarana menanamkan nilai kebersihan. Program ini bisa dilakukan, misalnya, setiap dua minggu sekali. Kerja bakti yang dilakukan bersama-sama dengan memungut sampah-sampah, membersihkan saluran air ataupun menanam pohon akan menumbuhkan sifat cinta lingkungan kepada anak.

Lingkungan yang bersih menciptakan suasana nyaman di sekolah. Kegiatan belajar mengajarpun juga menjadi semakin menyenangkan. Program lingkungan bersih di sekolah dasar merupakan sarana menanamkan nilai serta mendidik anak untuk mencintai lingkungannya.

Selanjutnya : Makna Logo Logo Klub Sepak Bola Italia
Sebelumnya: Pemanfaat Limbah Kotoran Ayam
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar