Permukiman Kumuh dalam Lingkungan Tidak Bersih


Permukiman kumuh biasanya terdapat di daerah perkotaan yang berpenduduk padat dan ditandai dengan standard hidup yang rendah serta lingkungan tidak bersih dan tidak terawat. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah pinggiran, barrios, ghetto, atau favelas, meskipun beberapa istilah ini memiliki makna budaya tertentu.

Pada akhir abad ke-20, permukiman ini meledak di seluruh dunia, menjadi penyebab keprihatinan serius di antara organisasi kemanusiaan. Di Indonesia, hal ini menjadi keprihatian serius, setelah disadari bahwa kekumuhan ini menelan kerugian negara hingga triliunan.

Permukiman kumuh dapat terbentuk dalam beberapa cara. Misalnya telah muncul di lingkungan yang sudah ada yang lantas jatuh pada masa-masa sulit. Dalam beberapa kasus, lingkungan awalnya lingkungan bergengsi dan dihormati, tetapi secara perlahan tidak terawat.

Pada saat yang sama, akses layanan seperti perawatan kesehatan, makanan segar, dan sanitasi dasar dapat menjadi terbatas hingga menciptakan kotoran dan kemelaratan.

Dalam beberapa kasus, daerah kumuh juga dapat muncul di mana-mana, seperti halnya dengan banyak daerah kumuh ditemukan di negara-negara berkembang. Kekumuhan kadang-kadang tampak dalam semalam, memadatkan umat manusia pada saat urbanisasi, daerah padat dengan rumah buruk semipermanen dibangun seadanya dan kadang membahayakan.

Sebagian besar orang yang tinggal di permukiman kumuh sangat miskin dan banyak diperlakukan sebagai warga negara kelas dua oleh masyarakat umum.

Masalah kesehatan cenderung sangat tinggi sebagai akibat dari sanitasi yang tidak tepat dan tata kota yang buruk, kurangnya akses ke fasilitas kesehatan. Selain itu, malnutrisi merupakan masalah serius di banyak tempat dan ini menjadi bibit dari kejahatan.

Organisasi yang berkampanye menghapuskan kekumuhan berpendapat bahwa tidak ada satu manusia pun harus dipaksa untuk hidup dalam kondisi buruk seperti itu dan bahwa sebagai tindakan dasar manusia, kota perlu menyediakan perumahan layak huni murah dan mengatur konstruksinya seperti Jokowi di Jakarta dengan program rusunnya.

Sayangnya, solusinya sederhana ini jarang dilakukan. Populasi dunia sedang berkembang pesat, menempatkan tekanan besar pada sumber daya yang tersedia, dan negara-negara berkembang menjadi lebih maju. Tekanan ini akan tumbuh menciptakan permukiman kumuh dengan lingkungan tidak bersih. Inilah harga lain dari pembangunan.

Selanjutnya : Berbagai Masalah yang Dihadapi Indonesia Saat Ini
Sebelumnya: Tanaman Hidroponik Masa Depan Pertanian
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar