Logo Ayat Suci Islam – Kewajiban Seorang Muslim

Al-Quran bukan sekadar kumpulan tulisan Arab yang menjadi logo ayat suci Islam. Al-Quran adalah kumpulan firman Allah yang menjadi sumber hukum dari semua hukum dalam syariat Islam. Ia merupakan panduan hidup, way of life. Oleh karena itu, seorang muslim memiliki kewajiban untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran dalam hidupnya.

Bentuk interaksi seorang muslim dengan Al-Quran tidak sebatas menjadikannya sebagai hiasan-hiasan dalam bentuk tulisan kaligrafi yang cantik. Bukan juga dalam bentuk simbol-simbol atau logo. Melainkan, Al-Quran harus benar-benar dijadikan sebagai hujjah (sumber hukum), dan referensi bagi setiap muslim dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dalam hidup.

Loading...

Meyakini

Kewajiban pertama seorang muslim terhadap Al-Quran adalah meyakini bahwa Al-Quran merupakan kitab suci yang wajib diimani. Iman kepadanya merupakan salah satu poin dari rukun iman dalam Islam.

Sehingga, meyakini kebenaran akan kitab suci ini merupakan kewajiban seorang muslim. Dengan keyakinan penuh itulah, kita kemudian tergerak untuk berinteraksi lebih lanjut dan intens dengan Al-Quran.

Membaca dengan Tartil

Kewajiban kedua bagi seorang muslim terhadap Al-Quran adalah kewajiban untuk membacanya dengan tartil. Ini merupakan langkah awal dalam berinteraksi dengan Al-Quran.

Karena Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, maka mau tidak mau kita pun harus belajar untuk memahami dan bisa membaca tulisan Arab dengan baik dan benar, termasuk dalam memahami hukum-hukum tajwid. Karena dengan pemahaman inilah, kita bisa membaca Al-Quran dengan tartil.

Memahami Isinya

Tidak cukup hanya dengan membaca. Seorang muslim juga harus mampu memahami isi dan kandungan ayat-ayat suci Al-Quran. Minimal, kita tahu apa arti dari ayat-ayat yang kita baca.

Saat ini, banyak kita temukan Al-Quran yang dilengkapi dengan terjemahannya. Ini bisa menjadi panduan awal bagi Anda dalam memahami ayat suci Al-Quran. Selanjutnya, bisa juga dibantu dengan buku-buku tafsir atau berguru langsung dengan ahlinya.

Mengamalkan

Al-Quran adalah panduan hidup seorang muslim. Sehingga, tidak cukup baginya hanya sekadar membaca. Akan tetapi, perlu juga untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mendakwahkannya

Setelah mampu untuk mengamalkan dalam kehidupan sendiri, maka kewajiban selanjutnya adalah menyampaikan ayat-ayat tersebut pada orang lain, mengajarkan dan memotivasi orang lain untuk berinteraksi dengan Al-Quran. Inilah yang disebut dengan mendakwahkan Al-Quran. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al-Quran?

Menghafal

Kewajiban selanjutnya adalah menghafalkan ayat-ayat Al-Quran. Belumlah lengkap interaksi kita dengan Al-Quran jika belum menghafalkannya. Demikianlah cara berinteraksi dengan Al-Quran yang diajarkan oleh Rasul pada sahabat-sahabatnya. Sahabat-sahabat Nabi adalah ‘’Al- Quran berjalan’’. Mereka menyimpan baik-baik ayat-ayat Al-Quran dalam memori dan pikiran mereka.

Jadi, marilah kita mencintai dan meningkatkan interaksi dengan Al-Quran. Jadikan Al-Quran sebagai kecintaan dan kebutuhan dalam hidup kita. Bukan hanya sekadar hiasan ataupun logo ayat suci Islam yang hanya menghiasi dinding-dinding rumah.

Loading...
Selanjutnya : Macam Karakter dalam Sonic di Game
Sebelumnya: Pentingnya Menu Sihat Sarapan dan Makan Malam
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar