Mengenal Macam-Macam Calung

Di dalam pelajaran kesenian, selalu disebutkan bahwa alat musik tradisional Jawa Barat adalah calung. Namun sebagian orang menyamakan musik calung dengan angklung.

Apakah salah? Tidak salah, namun tetap saja berbeda. Macam-macam calung dan macam-macam angklung pun agak lain tapi tidak terlalu berbeda.

Penulis katakan tidak salah, karena calung adalah prototipe dari angklung atau bahasa sederhananya saudara kembar angklung. Berbeda dari sisi memainkannya.

Di dalam artikel ini, penulis tak ingin membahas perbedaan memainkan antara angklung dengan calung. Tapi penulis ingin memaparkan ragam calung. Dalam perkembangannya, alat musik calung terbagi dalam dua jenis:

1. Calung Rantai

Calung ini dimainkan cara bersila. Calung disusun secara berderet dari bilah bambu dengan disusun secara berbaris, dari susunan bambu terkecil hingga bambu terbesar. Calung rantai terdiri dari tujuh ruas bilah bambu atau lebih.

Calung rantai terdiri dari dua deretan, yaitu induk calung dan calung rincik. Calung rantai kerap dimaikan dalam kondisi bersila sambil dipukul oleh dua tangan. Calung sendiri diikat di pohon atau bilik rumah.

Tak hanya itu,  calung ini juga dibuatkan ancak atau tempat duduk bambunya. Ada yang terbuat dari bambu dan ada pula yang terbuat dari kayu.

Ini melihat alat musik calung rantai dimaikan, Anda bisa melihatnya di daerah Tasikmalaya, di Cibinong di daerah calung tarawangsa, dan Cipatujah.

2. Calung Jinjing

Dari nama saja sudah dapat ditebak, bahwa calung ini dimainkan dengan cara dijinjing. Calung ini dibuat dengan cara menderetkan bilah bambu, lalu disatukan dengan bambu kecil.

Bila dilihat dari bentuk, calung ini mempunyai empat atau lima tabung bambu. Untuk memainkannya, tangan kanan memukul bambu dengan menggunakan alat pemukul, dan tanan kiri memegang atau menjinjing calung.

Untuk memukul calung dapat dilakukan dengan beberapa cara. Yaitu, bisa dengan dimelodi, dikeleter, dikemprang, dikempyung, diraeh, dirincik dan lain.

Semua cara tersebut tergantung pemainnya sendiri. Ada dua nada calung kerap dimainkan dalam pertunjukan, yaitu nada Salendro dan Madenda.

Calung jinjing sendiri terdiri dari empat jenis buah waditra. Yaitu, kingking, penepas, jongjong dan gonggong. Empat jenis tersebut dimainkan oleh empat pemain yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Calung kingkinglah memiliki lima belas nada dengan jumlah bambunya.

Inilah macam-macam calung yang terkenal sebagai alat musik tradisional di Jawa Barat. Semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Format Penulisan Halaman pada Karya Tulis Ilmiah
Sebelumnya: Pentingnya Uang dalam Kehidupan Masyarakat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar