Macam-macam Jenis Jahit untuk Luka


Anda pernah terluka sehingga harus dijahit? Tahu kah Anda bahwa jahitan pada luka tersebut memiliki beberapa jenis? Ya. Berikut ini adalah informasi mengenai macam-macam jenis jahit untuk luka.

Luka merupakan bentuk dari kerusakan jaringan sebagai akibat trauma mekanis. Untuk mengobati luka salah satu metode yang digunakan adalah dengan penjahitan. Penjahitan adalah suatu bentuk tindakan untuk mendekatkan tepi luka menggunakan benang. Benang akan dilepas saat dirasa jahitan sudah cukup untuk menahan beban fisik dan luka telah sembuh. Berikut macam-macam jenis jahit pada luka.

Alat dan Bahan yang Diperlukan untuk Menjahit Luka

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penjahitan luka adalah menggunakan alat dan bahan yang tepat. Alat dan bahan harus dalam kondisi steril dan aman untuk digunakan pada penderita luka. Alat dan bahan yang digunakan, antara lain sebagai berikut.

1.    Alat

  • Tissue forceps (pinset)
  • Suture scissors
  • Needlehoders
  • Scalpel handles dan scalpel blades
  • Dissecting scissors
  • Suture Needles (jarum)
  • Hemostatic forceps dengan ujung yang tidak bergerigi dan ujung yang bergerigi
  • Sponge forceps
  • Retractors, double ende
  • Towel clamps

2.    Bahan

  • Benang
  • Cairan desinfektan, yaitu Providon-iodine 10% (Bethadine)
  • Anestesi lokal lidocain 2%
  • Cairan NaCl 0.9% dan perhyhydrol 5% yang digunakan untuk mencuci luka
  • Kasa steril
  • Sarung tangan

Jenis Jahitan yang Digunakan Dokter untuk Menjahit Luka

Dalam menjahit luka, jenis jahitan harus disesuaikan dengan luka yang dialami penderita. Macam-macam jenis jahit untuk luka adalah sebagai berikut.

1. Jahitan Terputus (Simple Inerrupted Suture)

Jenis jahitan ini adalah jenis jahitan yang banyak digunakan karena tergolong jahitan yang sederhana dan mudah. Jahitan seperti ini dapat dilakukan pada kulit dan bagian tubuh lain. Tiap jahitan yang saling menunjang satu sama lain membuat penderita masih bisa bergerak.

2. Jahitan Matras

Jahitan ini terdiri atas jahitan matras vertikal, horizontal, dan modifikasi. Jahitan jenis ini merupakan jahitan yang kuat.

3. Jahitan Continue

Simpul pada jahitan luka jenis ini hanya terdapat pada ujung-ujung jahitan, sehingga apabila salah satu simpul terbuka, jahitan akan terbuka semua. Jahitan seperti ini tidak cocok dan jarang dipakai untuk menjahit luka pada kulit. Jahitan Jelujur sederhana (Continous over and over), Jahitan jelujur fest (Interlocking Suture), menjadi bagian dari jahitan continue.

4. Jahitan Intradermal

Jahitan jenis ini merupakan jahitan yang sering dilakukan pada daerah jaringan lemak di bawah dermis.

Penjahitan luka hanya boleh dilakukan oleh dokter atau spesialis yang telah ahli. Ini untuk menghindari kesalahan dalam penanganan luka. Selain itu, risiko yang ditimbulkan apabila menjahit luka sendiri akan lebih besar. Apalagi jika penjahitan dilakukan oleh orang awam. Semoga uraian mengenai macam-macam jenis jahit untuk luka dapat bermanfaat untuk Anda.

Selanjutnya : Cerita Anak Bergambar Cinta Keluarga
Sebelumnya: Arti Abdurahman dalam Islam
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar