Macam-macam Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia


Pada Mei 1998, muncullan era baru reformasi di Indonesia, dengan pengunduran diri Presiden Soeharto yang pada saat itu telah memimpin Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Luka-luka besar yang dinamakan pelanggaran HAM menjadi sesuatu yang serius. Orang tidak lagi menganggap remeh HAM, setelah sekian lama demokrasi diperam. Macam-macam kasus pelanggaran HAM di Indonesia sebenarnya sudah berderet semenjak orde baru berdiri, dari kasus pembantaian warga sosialis komunis, Haur Koneng, Marsinah, dan banyak lainnya yang lenyap tidak terurus. Sampai akhirnya orang sadar HAM pada Mei 1998 itu.

Pelanggaran HAM di Indonesia

Jalan menuju lahirnya kesadaran akan HAM ini, bagaimanapun tetaplah berdarah. Pada Mei 1998 terjadi pelanggaran berat hak asasi manusia. Salah satunya adalah penembakan mahasiswa oleh militer di Universitas Trisakti di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998.

Empat mahasiswa tewas dan ratusan lainnya terluka setelah militer melepaskan tembakan tanpa pandang bulu terhadap demo mahasiswa yang menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto.

Setelah penembakan itu, terjadilah kerusuhan yang meluas, berlangsung di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia pada tanggal 13-15 Mei 1998 yang mengakibatkan ratusan kematian dan puluhan lainnya hilang.

Kekerasan seksual terhadap perempuan Indonesia-Cina selain meluas di ibu kota, merembet pula ke beberapa kota besar lainnya selama periode berdarah ini.

Tak lama menjelang, setelah kejatuhan Soeharto, berulang-ulang Indonesia dikejutkan oleh tindakan pelanggaran HAM lainnya. Dimulai kematian mahasiswa pada saat kasus demo Semanggi, bentrok di Cikini, kasus pembunuhan di Banyuwangi, kerusuhan Ambon, Sampit, lalu terbunuhnya Munir, aksi kekerasan DOM di Aceh dan di Papua.

Lambat laun, berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia terkuak. Sehingga, akhirnya Indonesia memiliki Komnas HAM-nya sendiri. Organisasi resmi yang berdiri sebagai respons pemerintah terhadap macam pelanggaran HAM.

Namun, hasil investigasi Komnas HAM terkait macam-macam kasus pelanggaran HAM di Indonesia belum tentu ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Selain Kejaksaan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kerap menjadi penghalang untuk penyelidikan yang efektif dari kasus-kasus pelanggaran HAM.

Ambil contoh misalnya, mereka yang membentuk Panitia Khusus pada tahun 2001 yang menyatakan bahwa penembakan mahasiswa Trisakti bukan merupakan pelanggaran HAM berat. Artinya, politik telah merecoki kasus hukum. Hal itu sampai saat ini menjadi preseden buruk bagi penegakan HAM di Indonesia.

Selanjutnya : Macam-macam Kebudayaan Suku Asmat
Sebelumnya: Macam-macam Campuran Jus
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar