Macam Macam Puisi yang Mengandung Majas


Puisi adalah sebuah karya sastra yang mengandung keindahan dan makna mendalam di dalamnya. Memahami penggunaan majas dalam puisi sangat penting untuk pemahaman dari keseluruhan makna yang dituangkan dalam puisi. Macam macam puisi yang mengandung majas, biasanya mencoba mengutarakan keindahan bahasa terlebih dahulu, kemudian memberikan guncangan pemahaman kepada mereka yang mencoba memahami. Majas di bentuk di dalam rima agar memberikan kesan langgam dan lagu. Lagu itulah yang akan membuka dan menggugah dada seseorang apresiator.

Penggunaan Majas dalam Puisi

Majas  pada dasarnya adalah kata yang membias dan menjadi kiasan serta biasanya bekerja dengan metode asosiasi, personifikasi, metafora, alusio, sarkas, dsb. Ini berarti bahwa majas  dibuat oleh asosiasi yang kita buat sebagai pembaca dalam konteks linguistik dari teks. Sebagai contoh, kata “merah” segera menciptakan asosiasi atau majas  warna merah dalam pikiran kita. Warna ini berhubungan atau memiliki konotasi dengan mewakili perasaan lain atau majas, seperti kemarahan. Hal ini akan meningkatkan kedalaman makna dalam sebuah puisi.

Hal penting untuk diingat adalah bahwa majas  merupakan instrumen, tempat para penyair akan menggunakan nya untuk mengekspresikan niat atau perasaannya yang kurang gagah dan mendalam bila di bahasakan tanpa gaya bahasa. Memahami penggunaan majas  berarti memahami arti penting dari puisi itu.

Contoh Puisi

Penggunaan majas sudah menjadi hal yang umum dalam penciptaan sebuah karya sastra, termasuk puisi. Ambil contoh satu puisi dari Poem n Cuisine beikut ini.

untitled
Apa yang diungkap syair cinta di atas adalah mencoba mewakili perasaan seseorang dengan masakan. Perasaan itu tersampaikan, walaupun penuh rasa tidak mengerti. Rasa tidak mengerti itu seperti sayuran segar yang tidak tergarami. Majas  dari puisi ini menyajikan kepada kita sebuah kesan yang sangat jelas dari maksud puisi itu sendiri. Kita bisa membayangkan seorang mencoba mengerti orang lain dengan mengangkat “suasana sedih” karena ketertutupan dalam  mempertahankan hubungan. Perhatikan penggunaan kata sifat untuk memajaskan “kedangkalan rasa mendahului hijaunya” rasa sawi segar dianggap dangkal dan begitupun ketertutupan.  Anda mengerti?

Memang perlu diakui bahwa macam macam puisi yang mengandung majas itu membutuhkan penghayatan dan bahkan intelektualitas yang tinggi bagi mereka yang ingin mengetahui rahasia-rahasia pada imajinasi penyair. Penyair menggunakan majas  untuk meningkatkan dan membangun kesan, bukan untuk sekedar gaya-gayaan saja. Majas dibangun untuk menciptakan estetika dan pengembangan batas-batas yang bisa diperoleh dari sebuah bahasa.

Selanjutnya : Mesin Serta Bahan Usaha Digital Printing
Sebelumnya: Siapa Itu King Marten Luter?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar