Macam Metode Penulisan Karya Ilmiah


Macam metode penulisan karya ilmiah akan sangat penting dipahami seseorang yang memang berkeinginan memilki pengetahuan ilmiah dan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Penulisan ilmiah inilah yang biasanya membedakan seseorang memilki pengetahuan dan yang tidak memiliki pengetahuan.

Hal ini jelas karena karya ilmiah sendiri merupakan karangan yang disusun seseorang berdasarkan kajian keilmuannya yang dia peroleh dengan metode dan sistematika tertentu serta jauh dari plagiat (menjiplak karya orang lain), sehingga semua karya ini pada akhirnya harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bila tidak terbukti benar, maka tidak dapat dikatakan ilmiah.

Walau standarisasi kebenaran ada yang terkadang dibatasi ruang dan tempat serta waktu, namun hal tersebut tidak menjadikan karya ilmiah tersebut menjadi tidak sah pada waktu yang lain tentang kebenarannya. Oleh karenanya yang terpenting dari karya ilmiah ialah terus diupayakan penilitian lanjutan agar semakin sempurnalah karya ilmiah tersebut pada akhirnya.

Dalam karya ilmiah sendiri ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar karya tersebut dikatakan ilmiah, antara lain objektif dan bersifat saintis artinya melalui prosedur dan sistematika dan penelitian yang memang ilmiah. Sementara, karya yang hanya bersifat subyektif alias berdasarkan pandangan dan pengalaman pribadi yang tidak dapat dibuktikan benar atau salahnya dan kecenderungannya hanya informasi belaka, maka itu tidak dapat dikategorikan ilmiah.

Beberapa karya ilmiah di antaranya, pertama, karya ilmiah berbentuk makalah. Jenis makalah seperti ini biasanya ditulis untuk memberikan informasi tentang suatu tema tertentu pada seminar, kajian akademik yang jenis tulisannya singkat dan tuntas. Oleh karenanya biasanya judulnya pun telah diarahkan pada tema yang spesifik.

Kedua, karya ilmiah yang berbentuk report atau laporan. Pada karya ilmiah seperti ini merupakan hasil dari penelitian dan pengkajian tertentu. Laporan seperti ini biasanya dijadikan prasyarat kelulusan pada jenjang tertentu, misalnya skripsi (s1), Tesis (s2), dan Disertasi (s3).

Ketiga, karya ilmiah yang berbentuk buku ilmiah, yakni karya ilmiah yang disusun layaknya buku-buku yang memuat bagian pendahuluan, pembahasan dan penutup yang dibahas secara komprehensif, sehingga memiliki banyak halaman dan sifatnya ilmiah, terbukti dengan pengutipan sumber-sumber tertentu yang dicantumkan. Sumber-sumbernya baik dari observasi, penelitian lapangan, maupun buku-buku yang ditulis sebelumnya.

Semoga artikel macam metode penulisan karya Ilmiah dapat menjadi refensi bagi yang sedang membutuhkan informasi tentang karya ilmiah.

Selanjutnya : Fenomena Bukti Kekuasaan Allah
Sebelumnya: Fenomena Alam Sungai di Bawah Laut
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar