Sistem Cerdas dan Makalah Jaringan Saraf Tiruan


Pada mata kuliah Sistem Cerdas atau Fuzzy Logic di Jurusan Elektro Fakultas Teknik, biasanya salah satu tugasnya adalah membuat makalah jaringan saraf tiruan dan membuat rumus pemrograman pengambilan keputusan. Sistem cerdas memang berkaitan dengan kecerdasan tiruan, pencitraan dan juga jaringan saraf tiruan.

Jaringan saraf tiruan adalah salah satu pendekatan kecerdasan tiruan yang berbeda dengan metode lainnya. Struktur otak manusia menjadi inspirasi dari model kecerdasan pada jaringan saraf tiruan ini.

Model tersebut kemudian diaplikasikan dalam suatu program komputer yang sanggup melakukan sejumlah proses perhitungan ketika terjadi proses pembelajaran. Pencitraan gambar dan sistem pengambilan keputusan merupakan salah satu contoh program yang diimplementasikan dari jaringan saraf tiruan ini.

Pada otak, setiap sel saraf memiliki satu inti sel yang disebut juga nukleus. Tugas dari nukleus ini adalah memproses informasi. Badan sel yang disebut dendrit akan menerima informasi sel.

Selain itu, dendrit juga akan menyertai akson sebagai hasil proses informasi. Informasi hasil olahan akan masuk ke sel saraf yang lain.

Antara dendrit dihubungkan dengan sinapsis. Pengiriman informasi antar neuron dilakukan dalam bentuk rangsangan melalui dendrit. Setiap informasi yang tiba dan diterima dendrit kemudian dijumlahkan dan dikirim melalui akson ke dendrit terakhir yang terhubung dengan dendrit sel saraf lain.Batasan tertentu dari informasi yang hendak diterima neuron lain adalah merupakan nilai ambang.

Penjelasan tadi adalah ilustrasi sederhana mengenai kerja jaringan saraf. Kerja dari jaringan tersebut yang menjadi model dari suatu jaringan komputasi saraf tiruan.

Setiap unit komputasi merupakan perhitungan dari beberapa fungsi masukan. Pengembangan jaringan saraf tiruan terus dilakukan demi tercapainya mesin yang dapat belajar tanpa membutuhkan pengulangan proses komputasi yang sama pada persoalan yang serupa.

Struktur jaringan saraf tiruan mirip dengan struktur otak manusia. Informasi yang merupakan masukan dikirim melalui pembobotan input menuju neuron.

Fungsi propagasi akan memproses input yang menaikkan bobot input. Hasil fungsi dibandingkan dengan nilai ambang oleh fungsi aktivasi.

Apabila input melebihi nilai ambang maka neutron akan aktif, namun bila sebaliknya maka neutron akan terhalang. Ketika aktif, output akan dikirim neuron melalui pembobotan output ke neuron lain. Demikian seterusnya.

Makalah jaringan saraf tiruan akan membahas berbagai jenis jaringan saraf tiruan dan aplikasinya secara rinci yang garis besarnya seperti bahasan tersebut di atas.

Selanjutnya : Mengenang Kembali Perlawanan RA Kartini
Sebelumnya: Apa Penyebab Makanan Berkolesterol?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar