Makalah tentang Hukum Poligami dalam Islam


Makalah tentang hukum poligami mungkin akan menjadi salah satu makalah yang akan membuat kaum wanita meradang. Bagaimana tidak? Berbagi makanan yang sangat disenangi saja susah, apalagi berbagi suami yang dicintai. Tidak jarang malah banyak wanita yang menentang hukum ini. Mereka merasa bahwa Allah Swt itu tidak adil. Hukum Islam terlalu berpihak kepada kaum laki-laki.

Menerima Hukum dengan Ikhlas

Hukum poligami ini menjadi salah satu cobaan keimanan bagi kaum wanita. Bila dilihat dari sisi duniawi, wanita akan merana. Tidak mudah memahami hukum poligami dalam bungkus keimanan yang sesungguhnya. Hanya orang-orang yang telah menyelami ilmu dengan benarlah yang bisa melihat masalah poligami dari sisi yang sesungguhnya.

Bukti hukum poligami cukup dibenci adalah adanya ejekan, hinaan, sumpah serapah terhadap wanita yang menjadi istri kedua, ketiga, atau keempat. Para istri yang dinikahi setelah istri pertama ini, dianggap sebagai wanita tidak benar. Mereka dianggap perusak rumah tangga dan perebut suami orang.

Sulit untuk langsung mengerti mengapa seorang suami sampai menikah lagi. Bagi seorang wanita, suaminya harus setia seperti dalam film romantis. Laki-laki yang begitu manis dan begitu bertanggung jawab. Laki-laki mungkin tidak berpikiran seperti itu. Ketika mereka merasa mempunyai kemampuan, menikah lagi adalah jalan bagi mereka untuk menyalurkan rasa ‘perkasa’. Ini bagi laki-laki kurang ilmu.

Kondisi inilah yang membuat wanita tersakiti. Coba kalau laki-laki yang menikah lagi itu karena alasan syar’i dan bukan karena nafsu, wanita sholehah akan menerima kondisi dipoligami dengan ikhlas. Suaminya mampu menyatukan banyak keluarga. Suami bersikap adil dan berusaha selalu adil dengan dasar iman dan ilmu. Suami pun tidak menikahi wanita sembarangan yang asal indah fisiknya.

Misalnya, suami menikahi janda beranak tiga yang usianya lebih tua darinya. Alasan suami menikahi janda ini untuk membantu anak-anak si janda yang sakit yang membutuhkan belaian seorang ayah. Kalau suami tidak menikahi janda itu, suami tidak bisa menginap di rumah si janda untuk mengurus anak-anaknya.

Alasan ini mungkin dipandang naif dan diada-adakan. Tapi ketika kenyataan ini diterangkan dengan baik, istri bisa menerima. Ikhlas menerima hukum ini akan berbuah manis di akhirat.

Memandang Poligami dengan Benar

Keikhlasan menerima hukum poligami ini sangat berat didapatkan. Suami butuh membantu agar sang istri memahami bahwa apa yang terjadi sudah menjadi takdir dalam hidup. Makalah tentang hukum poligami pun hendaknya membahas masalah ini secara berimbang agar masalah ini tidak membuat orang terus membenci hukum poligami. Menghina hukum Allah Swt adalah suatu kesalahan besar.

Selanjutnya : Seputar Sinopsis dan Lirik Teks Penny Dai Ni Yao De Ai Meteor Garden
Sebelumnya: Ciri-ciri dan Manfaat Alga Merah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar