Makanan Halal dan Haram dalam Islam

Islam adalah agama yang menuntun penganutnya untuk berhati-hati dan terus-menerus menjaga diri dari perbuatan yang tidak berguna apalagi perbuatan merusak. Salah satu yang diatur adalah dalam hal makanan. Makanan halal dan haram dalam Islam memiliki peraturan yang jelas.

Aturan-aturan tentang Makanan Halal

Loading...

Berikut ini beberapa peraturan umum tentang makanan yang halal :

•    Allah melarang memakan daging babi.

•    Allah melarang memakan hewan bertaring dan kukunya tajam.

•    Allah melarang memakan hewan yang hidup di dua dunia atau amfibi, antara lain katak dan ular.

•    Allah juga melarang mengkonsumsi makanan atau hewan yang menjijikkan.

•    Allah melarang memakan bangkai, kecuali bangkai ikan.

•    Allah melarang mengkonsumsi khamr / yang memabukkan

Di luar segala larangan itu, Islam tetap memiliki sifat fleksibel. Jika memang kondisi sangat darurat dan tidak ada pilihan lain, sehingga jika tidak makan makanan haram itu bisa mati, maka diijinkan makan yang haram, kemudian bertobat.

Makanan Halal Tidak Harus Mahal

Hukum fleksibel ini tentu tidak berlaku jika berada dalam keadaan normal di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, harus berupaya maksimal mendapatkan makanan yang halal. Toh, makanan yang halal itu tidak harus mahal.

Mencari rezeki yang halal adalah permulaan upaya memperoleh makanan yang halal. Rejeki yang diperoleh dari cara-cara haram tidak akan mendatangkan manfaat, bisa jadi hanya akan mendatangkan kesulitan dan masalah. Contoh rezeki tidak halal adalah rejeki yang diambil paksa dari pemilik sahnya, bisa melalui pencurian atau korupsi.

Selanjutnya, ubah pola pikir bahwa makanan yang halal itu haruslah makanan yang berasal dari hewan. Jika dicermati, peraturan makanan haram umumnya justru menyebutkan jenis hewan. Maka mulailah melirik juga makanan dari tumbuhan. Mengatur menu dari berbagai jenis tumbuhan tetap bisa memenuhi kebutuhan tubuh atas zat gizi yang lengkap.

Kenyataannya, tumbuhan juga mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak. Maka salah jika berpikir makanan yang halal itu harus berupa daging kambing, sapi atau unta. Memadukan keduanya akan jauh lebih baik dan sehat.

Langkah selanjutnya adalah mengolah makanan yang asal, jenis dan cara memperolehnya sudah halal. Pengolahan juga mempengaruhi kehalalan. Makanan yang tidak dicuci dengan air mengalir berarti tidak halal. Makanan yang kemudian dibumbui dengan penyedap yang ternyata berasal dari alkohol, tentu menjadi tidak halal. Alkohol hukumnya memabukkan. Jika dalam jumlah banyak haram, maka dalam jumlah sedikit juga haram.

Jadi, makanan halal dan haram dalam Islam tidak hanya ditinjau dari segi asal, cara perolehan dan jenisnya, tetapi juga cara mengolahnya.

Loading...
Selanjutnya : Manfaat Buah Jeruk Manis bagi Kesehatan Tubuh
Sebelumnya: Jenis Makanan Burung Kenari Sayur Sayuran Segar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar