Potensi dan Peluang Manajemen Agribisnis Tanaman Perkebunan Cengkeh di Sektor Industri

Manajemen agribisnis tanaman perkebunan cengkeh miliki banyak peluang dan potensi. Cengkeh tak hanya jadi bahan utama rokok saja. Tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk industri makanan, industri kosmetik, serta industri kesehatan.

Lantas, mengapa seakan industri cengkeh kurang menggeliat, khususnya di petani? Ini terjadi sebab adanya oknum yang bermain. Mereka mempermainkan harga yang sangat merugikan petani.

Tanaman Cengkeh

Di Indonesia masih banyak lahan kosong yang berpotensi untuk diubah jadi perkebunan. Lahan-lahan ini tersebar di berbagai pulau. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Jika dimanfaatkan dengan maksimal, bukan tak mungkin cengkeh bisa jadi komoditas ekspor utama dalam negeri untuk non-migas. Patut diketahui tanaman cengkeh tidak tumbuh di semua negara. Selain Indonesia, negara yang menklaim miliki tanaman ini, yakni India, Madagaskar, serta China.

Setelah peluang dari segi komoditas, kini kita lihat dari sektor industri. Cengkeh, bisa jadi tulang punggung industri yang menggunakannya sebagai bahan baku utama. Industri rokok misalnya.

Rokok Indonesia miliki perbedaan rasa dengan rokok asing. Karena cengkeh, rokok Indonesia diminati oleh perokok luar. Di industri kosmetik, daun serta bunganya digunakan untuk minyak atsiri.

Di industri makanan, cengkeh hadirkan aroma kuliner yang menggoda selera. Misalkan pada pengolahan kue. Selain itu, jangan lupakan pula dengan industri penyulingan cengkeh.

Minyak cengkeh memanfaatkan daun, bunga, serta tangkainya. Miliki banyak kegunaan, minyak ini miliki harga sangat mahal di Eropa. Orang-orang luar negeri menggemari minyak ini untuk kebutuhan penyedap masakan, kesehatan, dan kegunaan lain.

Tanaman cengkeh sendiri tumbuh di tanah yang beriklim tropis dan berkelembapan tinggi. Produksi bunga cengkeh bisa meningkat bila iklim perkebunan sejuk dengan curah hujan merata.

Selain itu, cengkeh tumbuh baik di lahan perkebunan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut dan curah hujan tahunan 150-300 mm. Cengkeh berbunga di tahun ke-4 setelah ditanam. Masa bunga bisa antara September-Oktober dan Desember-Januari.

Jika menilik penjelasan di atas, sesungguhnya potensi yang ada bisa hasilkan keuntungan yang luar biasa besar. Di luar masalah onkum yang bermain, peluang tanaman cengkeh sangat menggiurkan.

Selain langka, cengkeh banyak peminatnya, dan Indonesia adalah salah satu penghasil cengkeh terbesar dunia. Jadi, sangat disayangkan bila manajemen agribisnis tanaman perkebunan cengkeh tidak dikelola secara maksimal.

Selanjutnya : Jenis-jenis Software Pemrograman Aplikasi
Sebelumnya: Gamelan dan Unsur Budaya Jawa yang Hilang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini