Manfaat Senyawa Natrium Benzoat


Nama senyawa natrium benzoat sudah tidak asing lagi di telinga. Di berbagai kemasan makanan, nama senyawa yang satu ini bisa ditemukan. Natrium benzoat juga dikenal dengan nama sodium benzoat atau soda benzoat.

Manfaat senyawa natrium benzoat adalah untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme pada makanan dan minuman sehingga makan dan minuman menjadi lebih awet.

Senyawa ini sudah digunakan selama lebih dari delapan puluh tahun oleh para produsen makanan dan minuman untuk mengawetkan produk-produk mereka seperti selai buah, kecap, margarin, mentega, jus buah, makanan ringan, saus tomat, sirup dan lain sebagainya.

Penggunaan senyawa natrium benzoat untuk mengawetkan makanan dan minuman harus menggunakan takaran yang tepat. Sebab bila takarannya berlebihan bisa membahayakan konsumen yang mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium benzoat tersebut.

Produsen yang peduli pada kesehatan konsumen tentu mencantumkan takaran natrium benzoat yang digunakan pada produk mereka di bagian kemasan.

Tak hanya takaran natrium benzoat yang berlebihan saja yang bisa membahayakan kesehatan, mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium benzoat dalam waktu yang lama dan sering ternyata juga bisa mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan.

Beberapa gangguan kesehatan tersebut antara lain munculnya penyakit lupus, kanker, timbulnya penyakit syaraf, reaksi alergi, hiperaktif, kencing terus menerus, penurunan berat badan, sariawan dan dapat merusak DNA.

Manfaat senyawa natrium benzoat untuk mengawetkan makanan ternyata memiliki resiko yang berbahaya bagi tubuh manusia. Untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya batasi mengkonsumsi makanan dan minuman berpengawet. Selain itu perhatikan pula pada kemasan makanan dan minuman untuk mengetahui takaran natrium benzoat di dalamnya.

Makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet dan bahan-bahan kimia yang berlebihan biasanya memiliki warna yang mencolok dan memiliki rasa yang lebih tajam.

Makanan yang telah berjamur menunjukkan bahwa proses pengawetan pada makanan tersebut tidak sempurna atau makanan tersebut sudah kadaluarsa. Sedangkan bau tengik atau bau tidak enak pada makanan menandakan makanan telah mengandung mikroorganisme.

Konsumen harus lebih memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi agar terhindar dari berbagai resiko akibat kandungan bahan pengawet atau bahan-bahan kimia lainnya pada makanan.

Selanjutnya : Khutbah tentang Menghadapi Ujian
Sebelumnya: Nama Bayi Laki-laki dan Artinya dalam Kristen
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar