Mengenang Masa Pemerintahan Raja Airlangga


Airlangga merupakan pendiri sekaligus raja Kerajaan Kahuripan. Ia mulai memerintah dalam usia yang masih sangat muda, yaitu 19 tahun. Masa pemerintahannya terhitung dari tahun 1009-1042. Masa pemerintahan Raja Airlangga kerap digambarkan sebagai masa yang sering mengalami peperangan dalam usaha perluasan daerah kerajaannya. Raja Airlangga berhasil memenangkan berbagai peperangan tersebut. Ia memiliki gelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.

Biografi Raja Airlangga

Airlangga dilahirkan di Bali pada tahun 990. Namanya tersebut memiliki arti “air yang melompat”. Ia adalah anak dari raja Kerajaan Bedahulu yang bernama Udayana. Sementara ibunya adalah seorang putri dari Kerajaan Medang yang bernama Mahendradatta. Airlangga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adiknya bernama Marakata dan Anak Wungsu. Walaupun terlahir sebagai anak pertama, Airlangga tidak mewarisi tahta ayahnya sebagai raja. Setelah ayahnya meninggal, tahtanya dilanjutkan oleh Marakata.

Menjelang dewasa, Airlangga menikahi anak dari adik ibunya, yaitu Dharmawangsa Teguh. Pernikahan tersebut diselenggarakan di Kerajaan Medang, tepatnya di Kota Watan. Di tengah pesta pernikahan ini, datang serangan secara mendadak dari Raja Wurawari yang merupakan sekutu dari Kerjaan Sriwijaya. Dharmawangsa Teguh tewas dalam serangan ini. Sementara Airlangga berhasil menyelamatkan diri dan bersembunyi di hutan. Peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar tahun 1006 dan tercatat pada prasasti Pucangan.

Dalam pelariannya di hutan tersebut, Airlangga menjalani hidupnya sebagai pertapa. Pada tahun ketiga kehidupannya di hutan, datanglah utusan rakyat yang memintanya kembali dan menghidupkan lagi Kerajaan Medang. Airlangga menyanggupi permintaan tersebut dan mulai membangun Watan Mas sebagai ibukota kerajaan yang baru. Pada tahun 1009, Airlangga menjadi raja dengan wilayah kekuasaan sebatas dua daerah kecil saja.

Sejak kekalahan Kerajaan Sriwijaya di tahun 1023, Airlangga merasa memiliki kesempatan untuk bisa memperluas wilayah kerajaannya. Upayanya tersebut sempat mengalami kekalahan. Watan Mas jatuh ke tangan musuh sehingga ibukota kerajaan beralih ke Kahuripan. Mulai tahun 1030, usaha Airlangga mulai menampakkan hasil.

Secara berturut-turut ia berhasil mengalahkan Kerajaan Warutan, Kerajaan Wengker, dan Kerajaan Lewa. Setelah keadaan kerajaannya aman, masa pemerintahan raja Airlangga mulai melakukan berbagai pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya. Di antaranya adalah membangun jalan, membangun bendungan, dan memperbaiki pelabuhan.

Selanjutnya : Curahan Justin Bieber di Majalah Memuat Justin Bieber
Sebelumnya: Memahami Apa Arti Kata Autis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar