Masalah Kemiskinan di Kamboja


Kamboja sebagai negara yang miskin. Negara ini dibelit masalah yang semakin membuat rakyatnya menderita. Masalah kemiskinan di Kamboja semakin rumit dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah.

Krisis keuangan dunia yang mau tak mau mempengaruhi seluruh negara di dunia, termasuk Kamboja. Ditambah dengan semakin berkurangnya lahan pertanian yang bisa dikerjakan oleh rakyat Kamboja. 

Selain itu, tekstur tanah berpasir yang membuat lahan pertanian di Kamboja sulit ditanami atau susah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena itu, kelaparan dan kemiskinan bukanlah pemandangan asing di seluruh pelosok Kamboja. Sebuah laporan Bank Dunia menyebutkan bahwa 30% rakyat Kamboja berada di bawah garis kemiskinan.

Sumber Masalah Kemiskinan di Kamboja

Keadaan terpuruk Kamboja terjadi sebagai akibat pergolakan berkepanjangan antara Vietnam dan Kamboja yang akhirnya berdamai pada tahun 1989. Sejak perdamaian itulah Kamboja mulai membangun dari awal. Kamboja yang sedang bangkit ini sempat pula diguncang upaya kudeta pada tahun 1997 yang akhirnya berujung pada kegagalan.

Kebangkitan kembali Kamboja banyak dibantu oleh banyak negara, PBB dan juga ASEAN. Penduduk Kamboja sekitar 85% bermukim di daerah pedesaan mendapatkan perhatian dari negara-negara pemberi bantuan. Dalam perkembangannya, Kamboja mampu menjadi negara penghasil kedelai tertinggi di antara negara-negara ASEAN.

Sayangnya, keberhasilan produksi kedelai tak terjadi pada produksi padi. Produksi padi Kamboja yang menjadi makanan pokok masyarakatnya sangatlah rendah. Keadaan inilah yang membuat rakyat Kamboja didera kelaparan dan kemiskinan.

Penyebabnya adalah lahan pertanian padi yang semakin sempit, pemupukan yang masih sangat kurang, pemilihan bibit yang tidak unggul, dan kemampuan sawah tadah hujan yang hanya bisa ditanami padi sekali dalam setahun.

Kamboja juga mengalami kekurangan sumbar daya manusia yang berkualitas sebagai akibat pemerintahan Pol Pot. Namun sekarang perlahan-lahan, Kamboja mulai memiliki perguruan tinggi swasta dan bantuan luar negeri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Diharapkan dengan munculnya sumber daya manusia yang semakin berkualitas, Kamboja bisa menjadi negara yang lebih maju dan masalah kemiskinan di Kamboja yang masih membelit sebagian besar rakyat di negara ini perlahan-lahan bisa teratasi.

Selanjutnya : Tugas Sekretaris Koperasi
Sebelumnya: Masalah Gejala Sosial Golongan Remaja
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar