Masalah-masalah di Indonesia dalam Bidang Pembangunan


Masalah-masalah di Indonesia sangatlah banyak dan tak bisa dihitung dengan jari. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat Indonesia negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, ditambah keadaan geografisnya yang merupakan negara kepulauan. Keadaan demikian tentu saja menjadi salah satu faktor utama yang memicu masalah-masalah di Indonesia.

Sosial-Budaya

Sebagai negeri yang dibangun atas dasar pluralisme, Indonesia memiliki keanekaragaman sosial dan budaya. Keanekaragaman tersebut telah dipikirkan jauh sebelum pendiri bangsa ini menetapkan Bhineka Tunggal Ika sebagai falsafah kehidupan bangsa. Salah satu bukti dari pernyataan tersebut adalah Sumpah Palapa yang dilakukan oleh mahapatih Gajah Mada pada zaman kerajaan Majapahit dulu atau Sumpah Pemuda yang dilontarkan beberapa dekade sebelum kemerdekaan Indonesia.

Keanekaragaman dianggap sebagai bagian penting dalam masalah integritas bangsa. Alasan dan logika berpikir utamanya adalah masalah perbedaan yang sangat rentan terhadap perpecahan. Oleh karena itulah, falsafah Bhineka Tunggal Ika digunakan sebagai landasan pemersatu bangsa.

Namun sayang, pemahaman tentang Bhineka Tunggal Ika dari hari ke hari mulai luntur. Warga negara mulai tak melihat lagi keberagaman sebagai pemersatu dan aset bangsa. Contohnya, semakin banyak perkumpulan atau organisasi masyarakat dan politik yang dibangun untuk memperkuat suku, golongan, dan agama. Hal ini tentu saja melahirkan anggapan dan pandangan yang tegas bahwa satu suku, kelompok atau golongan dan agama lebih bagus, lebih kuat dari golongan lainnya. Efeknya adalah semakin gesekan-gesekan atau konflik antarkelompok kelompok dalam kehidupan bermasyarakat semakin bertambah kuat. Jika tak ditanggulangi dengan benar, bukan tak mungkin akan mengakibatkan perpecahan atau disintegrasi.

Masalah Ekonomi

Sebagaimana kita ketahui, masalah ekonomi selalu berkaitan dengan masalah kesejahteraan penduduk. Kesejahteraan penduduk secara kasat mata dan teoritis bisa dilihat dari pemerataan pembangunan. Kenyataannya, pembangunan dan sektor-sektor perekonomian lebih dipusatkan pada kota dan pulau-pulau besar. Salah satu pulau yang yang dianggap memiliki tingkat kemajuan paling tinggi adalah Jawa.

Hal ini bukanlah rahasia lagi, sehingga banyak wacana dan istilah yang menyebutkan bahwa pembangunan di Indonesia bersifat Javasentris. Dilihat dari tata letak kota, wacana ini bisa dianggap wajar, sebab ibu kota negara sendiri terletak di Pulau Jawa. Konsekuensi logisnya adalah, semua administrasi dan kegiatan pembangunan berpusat dan menyebar di sekitar ibu kota.

Masalah-masalah di Indonesia ini yang lebih besar sebenarnya bukan terletak pada wacana atau anggapan javasentris tersebut. Tetapi, lebih pada pembangunan yang tidak merata. Ketidakmerataan ini tentu saja akan menimbulkan masalah kecemburuan sosial sebagai dampak logis dari ketimpangan ekonomi.

Selanjutnya : Bawang Merah Obat Kanker
Sebelumnya: Dasar-dasar Algoritma Pemrograman
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar