Sebab Masalah-Masalah Sosial


Masalah-masalah sosial didefinisikan oleh Blumer dan Thompson (1988) sebagai kondisi yang dinyatakan oleh sebuah entitas berpengaruh yang dapat mengancam nilai-nilai di masyarakat sehingga berdampak pada sebagian besar anggota masyarakat yang bersangkutan, dan kondisi tersebut diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.

Entitas yang dimaksud adalah pembicaraan umum yang menjadi topik utama di berbagai media massa seperti televisi, surat kabar, radio, serta internet.

Sedangkan menurut Coleman dan Carsey (1987), tingkat masalah sosial yang terjadi di masyarakat dapat diukur dengan membandingkan sesuatu yang ideal dengan realitas yang sedang terjadi.

Hal yang menentukan sebuah kondisi merupakan masalah sosial atau bukan adalah masyarakatnya sendiri yang menyebarluaskan sebuah kondisi melalui entitas yang ada.

Secara umum, masalah sosial dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu konflik dan kesenjangan, perilaku menyimpang, serta perkembangan manusia.

Konflik atau kesenjangan di masyarakat meliputi kemiskinan, kesenjangan sosial, konflik antar kelompok, pelecehan seksual, dan masalah lingkungan.

Bentuk perilaku menyimpang yang menjadi masalah sosial adalah kejahatan, kecanduan narkoba, gangguan mental, kenakalan remaja, dan kekerasan.

Sedangkan masalah sosial dari perkembangan manusia berupa masalah keluarga, kependudukan, usia lanjut, serta kesehatan seksual.

Masalah sosial timbul karena adanya upaya pemenuhan kebutuhan hidup.

Kebutuhan dasar manusia itu terdiri dari kebutuhan fisiologis, sosiologis, afeksi, dan aktualisasi diri.

Jika salah satu unsur pemenuhan terabaikan, kecenderungan terjadinya kekerasan dan kejahatan relatif tinggi.

Faktor ekonomi disebut menempati urutan pertama yang terkait dengan masalah sosial karena sangat erat kaitannya dengan harapan, aspirasi, serta kebahagiaan sebagian besar masyarakat.

Adanya perubahan besar masyarakat seperti migrasi, urbanisasi, industrialisasi, dan masalah ekologi turut menimbulkan masalah sosial.

Tingkat masalah sosial yang terjadi dipusat kota akan lebih tinggi jika dibandingkan daerah pinggiran baik secara intensitas maupun frekuensinya.

Sebagai mahluk sosial, masyarakat tak bisa lepas dari lingkungan sekitarnya. Untuk meminimalkan masalah sosial yang terjadi, dapat diatasi dari lingkungan keluarga.

Pendidikan yang baik terutama ilmu agama dan pemenuhan ekonomi akan membentuk pribadi seseorang dalam keluarga.

Organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan pengusaha dapat mengurangi masalah sosial dengan penyuluhan atau pinjaman modal.

Terakhir, pemerintah harus berperan aktif karena mempunyai kewenangan untuk memfasilitasi dengan giat menjalankan penyuluhan anti narkoba, pelatihan ketenagakerjaan, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Selanjutnya : Kandungan dalam Daun Bayam Hijau
Sebelumnya: Perjalanan Virus Demam Berdarah Dengue
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar