Masalah Perang Korea Utara dan Korea Selatan

Di akhir perang dunia ke-2, Uni Soviet dan Amerika Serikat membagi Korea menjadi dua bagian sehingga terbentuklah Republik Korea dan Rakyat Demokratik Republik Korea Utara. Setelah pembagian tersebut, kedua negara baru ini terus mengalami ketegangan yang dipicu oleh perbedaan ideologi dan masalah perbatasan negara. Peperangan pun tak bisa dihindari lagi dimulai sejak pertengah tahun 1950. Tiga tahun kemudian, gencatan senjata dilakukan tetapi perjanjian perdamaian tak pernah terjadi.

Masalah perang Korea Utara dan Korea Selatan ini kemudian berulang lagi. Pemicunya adalah program rahasia senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara yang lantas kembali menyulut ketegangan di antara dua negara yang saling bersebelahan ini.

Korea Utara telah melakukan tiga kali uji coba nuklir. Uji coba nuklir yang ketiga dilakukan pada bulan Februari 2013 dengan kekuatan dua kali lebih besar dari uji coba sebelumnya. Korea Utara pun akhirnya memperoleh sanksi internasional akibat uji coba nuklirnya yang ketiga.

Selanjutnya pada bulan Maret 2013, Korea Utara menyatakan perang terhadap Korea Selatan. Korea Utara mengeluarkan pernyataan ini sebagai reaksi atas latihan militer bersama yang dilakukan Korea Selatan dengan sekutunya, Amerika Serikat.

Semenanjung Korea pun situasinya semakin memanas dengan kehadiran tiga kekuatan militer. Korea Selatan mendapatkan dukungan penuh dari Amerika Serikat yang memiliki senjata nuklir. Sedangkan Korea Utara memiliki senjata nuklir yang telah diuji coba sebanyak tiga kali.

Masalah perang Korea Utara dan Korea Selatan ini tentu memiliki dampak pada kedua negara tersebut. Kedua negara mengalami kehancuran infrastruktur dan terganggunya perekonomian negara. Korea Utara yang lebih memprioritaskan kekuatan militernya membuat rakyat di negara tersebut tidak sejahtera. Rakyat Korea Utara mengalami kekurangan pangan dan meningkatnya angka kematian akibat kelaparan.

Korea Selatan lebih memprioritaskan masalah ekonomi sehingga negara ini jauh lebih berkembang dan sejahtera. Tak hanya berdampak pada dua negara yang sedang bertikai saja, ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan juga menyebabkan terganggunya stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara telah membuat negara-negara di kawasan Asia Pasifik mulai resah.

Loading...
Selanjutnya : Masalah Pertanian Indonesia
Sebelumnya: Rumah Kredit Harga 100 Juta di Medan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar