Materi Hukum Acara Peradilan Agama Gugatan


Apakah Anda sedang mencari bahan materi hukum acara peradilan agama gugatan?

Jika ya, berikut ini akan dibahas seputar materi hukum untuk kategori gugatan di peradilan agama.

Materi yang akan disampaikan merupakan pengetahuan dasar sebagai bahan pengetahuan.

Pengetahuan yang pertama adalah tentang peradilan agama. Apa pengertian peradilan agama?

Peradilan agama adalah salah satu lembaga peradilan untuk hukum perdata yang ada di Indonesia.

Peradilan agama hanya berlaku untuk warga masyarakat yang beragama Islam.

Untuk warga masyarakat selain beragama Islam, untuk urusan materi gugatan akan dimasukkan ke peradilan umum.

Yang menangani adalah lembaga Pengadilan Negeri di tiap kabupaten, kota atau propinsi. Jadi, ada perbedaan peradilan agama dengan peradilan perdata umum.

Selanjutnya pengetahuan tentang materi hukum gugatan. Dalam hukum perdata yang berlaku di Indonesia, materi gugatan adalah tuntutan hak yang disengketakan untuk mendapatkan putusan pengadilan.

Adanya persengketaan hukum merupakan ciri utama dari materi gugatan.

Untuk hukum perdata yang ditangani oleh peradilan agama, materi gugatan meliputi: perkawinan, warisan, wakaf, zakat, infaq, hibah dan sodaqoh.

Materi gugatan yang tergolong masih baru adalah untuk kasus perdata dalam muamalah atau ekonomi syari’ah.

Di antara macam-macam materi gugatan tersebut, yang paling dikenal oleh masyarakat barangkali materi gugatan dalam perkawinan.

Yang termasuk materi gugatan tentang perkawinan, antara lain: gugatan perceraian, hak pengasuhan anak, hak perwalian, dan sebagainya.

Berikutnya adalah tentang bentuk materi gugatan. Suatu materi gugatan bisa diajukan dalam bentuk tulisan maupun secara lisan.

Yang paling banyak terjadi adalah dalam bentuk tulisan. Materi secara lisan lebih khusus ditujukan untuk penggugat yang buta huruf, dan materi gugatan dibuat oleh pihak pengadilan.

Kemudian tentang syarat-syarat dari materi gugatan. Sebuah materi gugatan harus memenuhi syarat agar materi gugatannya diterima pengadilan.

Syaratnya adalah: materi gugatan harus dalam bentuk tertulis,  diajukan oleh pihak yang bersengketa, diajukan ke pengadilan yang berwenang.

Dalam kasus materi gugatan perkawinan, seperti gugat cerai, diajukan ke peradilan agama.

Terakhir yang paling penting adalah isi dari materi gugatan. Isi materi gugatan adalah:

a. Identitas penggugat dan tergugat,
b. Dasar dan dalil penggugat tentang kasus yang disengketakan
c. Bentuk tuntutan dari penggugat

Demikianlah seputar materi hukum peradilan agama gugatan sebagai bahan pengetahuan di bidang hukum. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Sejarah Penggunaan High Heels bagi Wanita
Sebelumnya: Kisaran Harga Handphone CSL Murah Terbaru
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar