Membangun Rumah Makan Jatuh Jadi Sukses

Membangun rumah makan jatuh jadi sukses seperti yang dialami pemilik RM Lele Lela, Rangga Umara, membutuhkan proses yang tidak mudah. Keinginan untuk memulai usaha terbetik di hati Rangga ketika perusahaan tempatnya bekerja goyang. Ia mulai dari membuka warung tenda, menyewa sebuah tempat kecil. Hingga akhirnya membuka usaha pecel lele.

Di Awal Usaha

Loading...

Tidak mudah bagi Rangga Umara untuk menjadi sukses seperti sekarang. Ia mengalami rasanya tidak mendapatkan pembeli. Ia juga merasakan bingung menjual lele tapi yang laku malah ayam. Untuk menjual lelenya, ia pun mencoba menawarkan lele gratis kepada pembeli ayamnya. Dengan harapan pembeli akan beralih ke lele.

Resep lele khusus pun disiapkan. Pada mulanya resep itu gagal. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya ada resep yang sangat disuka oleh para pembeli. Kini orang pun mulai melihat keberadaan RM Lele Lela di beberapa tempat.

Rangga pun telah merasakan  bahwa membangun rumah makan jatuh jadi sukses itu tidak mudah. Senyum laki-laki usia 31 tahun ini terus mengembang sambil melihat usahanya yang telah mulai tumbuh dan berkembang.

Usaha Tempe di Negeri Orang

Pengusaha makanan lain yang berusaha dengan kerja keras tiada tara adalah Rustono. Sebelum membuat pabrik tempe, laki-laki asal Purwodadi ini melakukan riset dan belajar ke tidak kurang dari 60 orang perajin tempe di tanah air.

Sebelumnya, Rustono juga belajar berbisnis dengan menjadi karyawan di sebuah pabrik roti. Inilah proses mencari ilmu sebelum melakukan sesuatu.

Walaupun sudah mendapatkan ilmu yang cukup, ternyata produk tempe yang dinamakan Rustono Tempeh itu tidak lantas langsung disenangi orang. Tidak jarang ia lantas memakan sendiri tempe yang diproduksinya. Perjuangan itu memang mahal sebelum akhirny membuahkan hasil.

Kini Rustono mengakui bahwa tempe produknya mulai dikenal banyak orang. Bahkan bisnis tempe ini mulai ditiru oleh banyak orang. Persaingan tetap ada tetapi dengan kualitas tempe yang bagus dengan rasa yang khas, Rustono yakin tetap bisa bertahan dari segala terpaan badai dalam dunia bisnis.

Perjuangan dalam membangun rumah makan dengan kerja keras yang tidak mengenal ampun pun telah dilakukan oleh pendiri Sindang Reret Grup.

Sebelum menjadi besar seperti sekarang, rumah makan yang dahulu bernama RM Papa Mama ini telah mengalami pasang surut bisnis. Sekarang Sindang Reret tidak hanya rumah makan, hotel dan segala bisnis bidang makanan, mereka lakukan.

Membangun rumah makan jatuh jadi sukses itu memang sedap dinikmati ketika sudah sukses. Tapi saat berjuang itu, rasanya berat sekali. Dukungan berbagai pihak akan membuat perjuangan itu berhasil.

Loading...
Selanjutnya : Kisah Bisnis Pulsa
Sebelumnya: Sejarah Huruf Menurut Para Ahli
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar