Membuat Cerpen


Anda suka membaca cerpen ?

Cerpen atau cerita pendek dapat kita temui di koran, tabloid atau majalah. Era 1980 hingga 1990 an kita bahkan mengenal majalah khusus memuat cerpen seperti Anita Cemerlang atau Aneka yang merupakan buah karya dari penulis yang suka membuat cerpen.

Kini meski majalah khusus fiksi semakin berkurang namun buku berisi kumpulan cerpen masih sering diterbitkan.

Pengertian cerpen adalah sebuah karya yang ditulis berdasarkan imajinasi dan merupakan rekaan sang penulis, panjang tulisan biasanya tak lebih dari sepuluh ribu karakter atau sekitar 4 sampai 10 halaman kuarto.

Mengikuti perkembangan dunia literasi cerpen juga mengalami modifikasi. Modifikasi cerpen ditandai dengan munculnya flash fiction atau fiksi mini dengan panjang tulisan 300, 500 kata hingga paling ekstrem 140 karakter tanpa mengurangi imajinasi.

Ditinjau dari gaya penulisannya cerpen dapat dikategorikan sebagai cerpen bergenre remaja dan umum.

Cerpen bergenre remaja biasa disebut bergaya teenlit, ditulis dengan gaya bahasa cenderung pop dan banyak menggunakan istilah yang dipakai remaja dalam komunikasi sehari-hari.

Cerpen umum dinikmati masyarakat dalam cakupan lebih luas, bisa bertema horor, misteri atau roman.

Dari hobi membaca adakalanya kita berkeinginan menulis sebuah Cerpen. Karena tak jarang dari sekedar mencari kesibukan, menggali potensi diri mengembangkan hobi dapat menjadi sumber penghasilan dan investasi karena karya fiksi khususnya cerpen banyak media yang meminati.

Tahapan menulis cerpen dapat dilakukan melalui langkah berikut ini :

1. Memperbanyak membaca. Dengan banyak membaca kita dapat menemukan ide, merumuskan gaya kepenulisan, hingga penokohan menurut imajinasi kita sendiri.

2. Memperhatikan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam cerpen meliputi penentuan tema, pokok pikiran, alur cerita, serta penokohan dan watak. Ciptakan plot pembuka yang tak biasa untuk mencuri perhatian pembaca.

Unsur ekstrinsik dalam cerpen adalah unsur yang berasal dari luar karya, misalnya latar belakang pendidikan penulis, kondisi sosial ekonomi atau nilai budaya lokal yang menginspirasi sebuah cerpen.

3. Membaca kembali. Dengan membaca kembali hasil karya, kita dapat mengedit tulisan sesuai kaidah kepenulisan, menghapus kata dan kalimat yang terkesan tidak baku hingga menambahkan efek lebih menjiwai.

Satu hal yang patut diperhatikan dalam membuat cerpen, sebisa mungkin kita bertutur dengan gaya kepenulisan sendiri tanpa meniru cerpenis-cerpenis handal yang telah terkenal, karena gaya kepenulisan merupakan kekhasan masing-masing penulis dan membuatnya mudah diingat para pembaca.

Selanjutnya : Teknik Perkawinan Cacing Tanah
Sebelumnya: Drama Taufan di Atas Asia Karya El Hakim
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar