Membuat Sertifikat Rumah


Informasi tentang cara membuat sertifikat rumah sangatlah penting untuk disimak. Banyak orang merasa kesulitan saat dihadapkan dengan rumitnya birokrasi pengurusan sertifikat tanah. Bahkan yang lebih miris lagi, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan orang-orang awam mengenai prosedur kepengurusan sertifikat rumah.

Memang harus diakui, jika proses pembuatan sertifikat rumah memang membutuhkan waktu yang tidak singkat. Seorang pemilik rumah harus mempersiapkan data-data yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan SHM (Sertifikat Hak Milik).

Membuat sertifikat rumah sangat penting agar tidak terjadi masalah sengketa lahan di kemudian hari. Jika memiliki rumah, Anda harus memastikan jika status rumah tersebut sudah memiliki SHM. Untuk bisa mengurus sertifikat rumah hingga status SHM, Anda bisa mendatangi Kantor Pertanahan di wilayah rumah tersebut berada.

Di sana, petugas akan menjelaskan prosedur yang harus dijalani sebelum membuat sertifikat rumah. Jika status rumah sudah HGB (Hak Guna Bangunan), maka prosesnya akan lebih mudah dan cepat. Agar tidak salah langkah, simak tips-tips berikut ini.

  • Siapkan sertifikat HGB asli dan juga beberapa lembar fotocopy.
  • Siapkan fotocopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) sebagai bukti keabsahan untuk mendirikan bangunan di atas tanah tersebut.
  • Lengkapi dengan identitas diri yang berlaku, misalnya KTP dan KK (Kartu Keluarga)
  • Siapkan Akte Jual Beli.
  • Siapkan fotocopy SPPT PBB yang terbaru.
  • Jangan lupa lampirkan fotocopy Surat Permohonan pada Kepala Kantor Pertanahan.
  • Mempersiapkan biaya administrasi.
  • Memilih jasa notaris PPAT.

Setelah mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan untuk membuat sertifikat rumah. Lalu, bagaimanakah prosedur pengurusan sertifikat rumah? Pada intinya, setelah semua dokumen tanah dan dokumen tambahan dari kelurahan setempat telah disiapkan, Anda bisa mendatangi kantor BPN (badan pertanahan negara) untuk berkonsultasi.

Setelah dokumen sudah lengkap, Anda bisa mendaftarkan diri ke BPN dan membuat kesepakatan untuk mengukur tanah. Agar proses pengurusan lebih lancar, Anda harus menggunakan jasa Notaris PPAT yang akan mengurus jalannya proses pembuatan sertifikat hak milik (SHM).

Hindari menyerahkan pengurusan sertifikat rumah pada orang yang tidak jelas, calo, atau jasa pengurusan sertifikat abal-abal. Tujuannya, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Semoga informasi tentang cara membuat sertifikat rumah di atas bermanfaat.

Selanjutnya : Pembahasan Kondisi Laju Inflasi Indonesia
Sebelumnya: Pengenalan Alat Muzik Suona
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar