Pentingnya Memo Debet Kredit Akutansi


Di dalam dunia ilmu akuntasi dikenal dengan adanya memo debet kredit akutansi. Memo debit sendiri merupakan sebuah warkat pada pembukuan yang menyampaikan informasi adanya pendebitan sebuah dana.

Memo debit ini lebih banyak diaplikkasikan di perbankan, dimana merupakan bukti atau informasi adanya pendebitan rekening. Sebaliknya, memo kredit merupakan warkat yang berisi informasi terkait pengeluaran dana. Pada perbankan adalah berupa kredit rekening.

Informasi ini sangat penting guna mengetahui adanya transaksi. Tanpa bukti transaksi berupa memo debit dan memo kredit, maka tidak akan terlacak kemana larinya uang. Sistem pencatatan ini juga berfungsi sebagai pelaporan.

Dari hasil adanya memo kredit dan debit dapat diketahui sisa dana. Selain di dunia perbankan, memo debit dan kredit juga diperlukan untuk pencatatan hasil penjualan guna mengetahui saldo berikut untuk menghitung profit hasil usaha.

Untuk memo kredit, diperlukan sebuah pernyataan berikut :

1. Pernyataan tagihan tunggal.

2. Pernyataan sebagian jumlah dari tagihan.

3. Pernyataan tagihan secara menyeluruh.

Untuk memo debit, diperlukan salah satunya adalah ketika ada kustomer yang melakukan pembayaran (untuk area penjualan) dan untuk kustomer yang menyetor tabungan (pada sistem perbankan).

Kemudian dana masuk seperti sponsor, juga menjadi salah satu contoh memo debit. Memo debit juga sangat diperlukan keakuratannya karena sangat berkaitan dengan aset yang masuk pada suatu instansi. Bahkan di rumah tangga pun catatan keluar masuk keuangan juga sangat dibutuhkan untuk dapat mengontrol sistem keuangan keluarga.

Untuk lembaga yang mengelola hutang dan pituang, catatan akuntasnsi dibutuhkan untuk pembukuan transaksi hutang dan pitutang tersebut. Memo debit berupa dana yang telah dikembalikan oleh nasabah, sedangkan memo kredit merupakan dana hutang nasabah yang dikeluarkan oleh lembaga layanan peminjaman.

Catatan pemasukan dan pengeluaran sebaiknya tidak hanya satu melainkan rangkap. Fungsinya adalah untuk dapat dilakukan kontrol terhadap transaksi yang telah dilakukan.

Misalnya di dalam sistem penjualan, nota debit (pembelian) dibuat rangkap minimal 3, yaitu pertama untuk kustomer, kedua untuk marketing dan ketiga untuk bagian keuangan. Untuk nota kredit (pengeluaran) bisa cukup 2 rangkap, yaitu untuk orang yang mengambil dana dan untuk bagian akuntansi.

Dengan demikian memo debet kredit akutansi sangatlah vital guna penyehatan keuangan sebuah lembaga.

Selanjutnya : Cara Membaca Jam dalam Bahasa Inggris
Sebelumnya: Obat Batuk Alami Tanpa Efek Samping
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar