Teliti Menentukan Kurs Jual Beli


Kurs atau nilai tukar mata uang tertentu terhadap mata uang lainnya menjadi alternatif bisnis bagi kalangan tertentu. Pergerakan mata uang selalu diamati oleh pelaku bisnis untuk menghindari kerugian. Pelaku bisnis yang menjadikan kurs sebagai usahanya perlu menentukan kurs jual beli versi nya sendiri. Hal ini juga diterapkan semua bank yang mempunyai kebijakan masing-masing dalam menentukan kurs dalam jual beli.

Kurs jual dan beli nilainya pasti berbeda. Penjual selalu menerapkan harga lebih tinggi untuk kurs yang dijualnya dibandingkan dengan kurs yang dibelinya. Hal inilah yang perlu diamati sebelum melakukan transaksi. Perhatikan selisih nilai jual dengan nilai beli. Selisih nilai jual dengan nilai beli adalah keuntungan bagi pelaku bisnis kurs atau valuta asing. Misalnya, sebuah bank swasta di Indonesia menerapkan harga jual beli terhadap beberapa mata uang asing sebagai berikut.

  • Jual 1 US Dollar = Rp. 10.100,-, untuk harga beli 1 US Dollar = Rp. 9.800,-.
  • Jual 1 Dollar Singapura = Rp. 7.887,-, untuk harga beli 1 Dollar Singapura = Rp. 7.787,-.
  • Jual 1 Dollar Hongkong = Rp. 1.297,- untuk harga beli 1 Dollar Hongkong = Rp. 1.280,-.
  • Jual 1 Euro = Rp. 13.260,- untuk harga beli 1 Euro = Rp. 12.836,-.

Dalam menentukan kurs dalam jual beli, bank dan perdagang valas tidak selalu sama dalam waktu tertentu. Di bank pada saat sesi pagi (pembukaan), belum tentu sama saat sore (penutupan). Begitu juga pada awal minggu  (Senin) dan akhir minggu (Jumat).

Konsumen akan memilih bank atau pedagang yang memberikan nilai jual terendah untuk membeli mata uang asing, sebaliknya akan memilih bank atau pedagang dengan nilai beli tertinggi untuk  menjualnya.

Beberapa hal yang biasanya penyebab perbedaan dalam menentukan kurs jual beli atau perbedaan nilai tukar mata uang tersebut, antara lain tingkat inflasi dalam negeri dan luar negeri, neraca pembayaran, aktivitas pasar kurs, dan transaksi yang spekulatif, perbedaan suku bunga bank pada masing-masing negara, besar kecilnya kepercayaan konsumen di pasar valas dalam negeri dan luar negeri, faktor pasar, pendapatan dalam negeri atau nasional, dan kebijakan moneter yang ditentukan pemerintah.

Selanjutnya : Tips Memilih Barang Bekas Luar Negeri
Sebelumnya: Mengisi Liburan dengan Membuat Kerajinan Tangan Bingkai Foto
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar