Menganalisis dalam Sebuah Puisi


Puisi memiliki makna etimologis atau akar kata dari bahasa Yunani, poesis yang bermakna “penciptaan”. Menurut Samuel Taylor Coleridge, puisi adalah bentuk karangan yang disusun dari kata-kata indah dengan susunan yang indah, diksi yang sesuai agar memperoleh hasil yang indah. Walaupun sering dikatakan rumit, menganalisis dalam sebuah puisi merupakan salah satu bagian analisis sastra yang tak terpisahkan.

Unsur-unsur Puisi

Puisi terdiri dari dari beberapa unsur penting. Richards menjelaskan bahwa unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.

•    Tema puisi,

•    Rasa atau feeling dalam puisi,

•    Amanat,

•    Nada, dan

•    Metode puisi yang terdiri dari diksi bahasa, imajinasi, kata nyata, majas yang digunakan serta rima dan ritme puisi.

Menganalisis Puisi

Menganalisis sebuah puisi dapat dilakukan dari berbagai segi keilmuan. Kita bisa menganalisis sisi strukturalis puisi atau dari sisi luar puisi misalnya dari biografi pengarang. Untuk  menganalisis dari segi strukturalis puisi, maka kita harus mempelajari berbagai aspek yang membangun puisi yang disebut struktur fisik dan struktur batin puisi.

Struktur Puisi

Struktur fisik puisi terdiri dari tipografi puisi, diksi, imaji, kata konkret, bahasa figuratif, dan versifikasi (yang terdiri dari rima, ritme dan metrum). Untuk menganalisis puisi dari struktur fisiknya, kita perlu mencerna tiap kata, bunyi nada, pilihan kata dan berbagai hal yang tampak jelas di puisi. Anda juga harus mengerti mengenai bahasa metafora dan majas.

Menganalisis Struktur Puisi

Berikutnya adalah menganalisis puisi dari segi struktur batin puisi. Struktur batin puisi meliputi tema puisi, rasa, nada dan amanat yang tersirat. Struktur batin puisi mengkaji puisi dari makna yang tersirat dan bentuk nada yang diterima atau kesan yang diterima.

Menganalisis Biografi Pengarang

Bila kita menganalisis dari biografi pengarang, maka kita perlu banyak membaca karya-karya yang telah dihasilkan pengarang puisi tertentu. Kondisi sosial masyarakat dengan pengarang tinggal juga dapat berpengaruh terhadap karya yang dihasilkan. Gaya bahasa yang digunakan pengarang tertentu terkadang memiliki ciri khas misalnya dari diksi dan simbol-simbol yang digunakan dalam puisi.

Menulis puisi membutuhkan latihan dan kepercayaan diri dengan karya yang telah dihasilkan. Dengan media dan jumlah kalimat terbatas, kita ditantang untuk berkreasi mendapatkan hasil yang sesuai.

Selanjutnya : Al-Qura’n Dan Teori Bigbang
Sebelumnya: Serbuk Gergaji Jamur Tiram
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar