Makna dan Tujuan KBM


Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan proses di mana seorang pendidik atau guru menyampaikan informasi kepada para siswa agar mereka belajar atau mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, seorang pendidik tentu saja harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan termasuk ‘tujuan’ kegiatan belajar mengajar itu sendiri.

Tujuan KBM adalah poin utama yang harus ditentukan oleh sang guru sebelum memulai proses pembelajaran yang biasanya tertuang dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Makna dari Tujuan KBM itu sendiri adalah suatu pertanyaan atau deskripsi yang diharapkan dapat tercapai setelah proses pembelajaran berlangsung atau dapat dikatakan sebagai hasil atau kompetensi yang dimiliki siswa setelah mereka belajar.

Lalu, mengapa dalam proses KBM perlu adanya tujuan? Menurut para ahli, ada empat manfaat dibuatnya tujuan pembelajaran, yaitu:

1.    Mempermudah pendidik dalam memilih dan mempersiapkan bahan-bahan yang akan diajarkan.
2.    Mempermudah pendidik dalam proses menyampaian atau mengkomunikasikan pembelajaran yang akan disampaikan, sehingga      siswa juga bisa lebih mandiri.
3.    Kegiatan belajar mengajar lebih terfokus karena media dan atau kegiatan yang tepat.
4.    Proses penilaian yang juga lebih mudah dilakukan.

Dalam perumusan tujuan KBM, hal pertama yang harus diperhatikan oleh pendidik adalah tujuan tersebut harus menguraikan poin-poin yang akan dapat dikerjakan siswa dalam proses KBM, apa yang seharusnya dicapai oleh siswa dalam belajar, serta kriteria penilaian.

Untuk menentukan suatu tujuan pembelajaran, kriteria tujuan KBM yang dapat dipilih oleh guru adalah pandangan guru tentang apa dan cara pembelajaran yang tepat, serta menentukan apakah tujuan KBM tersebut akan dititikberatkan pada aspek kognitif, afektif atau psikomotor siswa.

Selain itu, isi dari tujuan KBM itu sendiri juga harus mencakup tiga komponen utama, yaitu:

1.    Uraian tentang kegiatan siswa selama proses KBM dan kemampuan yang dicapai setelah KBM berakhir.
2.    Kesulitan yang mungkin dihadapi siswa saat melakukan kegiatan tersebut.
3.    Standar minimal yang seharusnya dapat dilakukan siswa dalam KBM tersebut.

Seorang pendidik dituntut untuk memiliki tata bahasa yang baik agar dapat merumuskan dan menguraikan tujuan KBM dengan baik, sehingga apa yang terkonsep di dalam pikiran dapat tergambar jelas. Tentunya, sang guru juga harus memahami cara yang tepat atau teknik untuk menyusun tujuan KBM yang mencakup semua kriteria, komponen, serta manfaat yang akan dicapai dari pembuatan sebuah Tujuan KBM.

Selanjutnya : Hati-Hati, Bahaya Menggunakan Gelang Karet
Sebelumnya: Bahaya Banjir bagi Kulit
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar