Alasan Mengapa Lumut Dianggap sebagai Vegetasi Perintis


Pernahkah melihat sekumpulan tumbuhan dengan ukuran yang kecil-kecil di sekeliling tempat tinggal Anda? mungkin itu salah satu jenis tumbuhan “Briophyta” dan lebih dikenal lagi dengan nama  “Lumut”. Tumbuhan ini pasti sering kita temui hampir diseluruh daerah di Indonesia. Apakah sobat semua tahu, mengapa lumut dianggap sebagai vegetasi perintis? Temukanlah jawabannya pada bacaan di bawah ini.

Tumbuhan yang dalam bahasa Yunani disebut “Bryum” ini merupakan jenis tumbuhan yang mampu hidup dan tumbuh pada suatu area di mana tumbuhan-tumbuhan yang lainnya belum mampu hidup di area tersebut. Inilah yang menjadi alasan sekaligus jawaban pertama mengapa lumut dianggap sebagai vegetasi perintis. Lumut menjadi tumbuhan pertama yang menempati atau mempelopori tumbuh di suatu tempat tersebut.

Tumbuhan Perintis

Briophyta telah menjadi tumbuhan perintis pada suatu area. Hal ini dikarenakan tumbuhan ini memiliki bentuk dan ukuran yang kecil-kecil akan tetapi semuanya berkumpul menjadi satu kesatuan tanaman sehingga saking banyaknya keberadaannya dapat menutupi tempat yang luas. Tumbuhan Briophyta yang tidak dapat bertahan hidup dan mati merupakan sumber hara untuk tumbuhan briophyta yang lainnya sehingga dapat terus tumbuh.

Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yang menonjol dan tentunya berbeda dengan tumbuhan yang lainnya di antaranya tumbuhan jenis ini disebut “Thallophyta” karena belum mempunyai akar, batang, bahkan daun. Akan tetapi, ada juga jenis tumbuhan lumut yang lainnya yang  disebut “Kormophyta” karena jenis lumut ini sudah mempunyai akar, batang, dan daun. Selain itu, ciri dari tumbuhan lumut yaitu memiliki organisme yang multiseluler dan juga eukariotik serta belum memiliki pembuluh sejati.

Jika dicermati dengan seksama, ternyata tumbuhan lumut memiliki akar yang belum sejati yang dikenal dengan istilah “Rhizoid” atau organ lumut yang bentuknya menyerupai seperti akar. Keberadaan Rhizoid memiliki fungsi sebagai organ yang mengalirkan air dan nutrisi untuk disalurkan ke semua jaringan lumut karena tumbuhan ini merupakan tumbuhan tidak berpembuluh yang berfungsi untuk menyalurkan air dan nutrisi sehingga hanya mengandalkan Rhizoid tersebut.

Saat jenis-jenis tumbuhan ini ditemukan, para ilmuan telah menggolongkan beberapa jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam Briophyta yaitu di antaranya lumut hati, lumut sejati, dan lumut tanduk. Akan tetapi, berdasarkan penelitian yang lebih detail lagi oleh para ahli taksonomi memutuskan bahwa lumut tanduk dan lumut hati tidak digolongkan lagi ke dalam kelompok Briophyta.

Berdasarkan hasil survey dan data-data yang didapat bahwa sudah ada kurang lebih 4000 jenis Briophyta yang telah tersebar diseluruh daerah di dunia. Indonesia merupakan Negara yang paling banyak ditumbuhi tumbuhan lumut yang jumlahnya mencapai 3000 spesies yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.

Konsevasi Lumut

Sebagai negara yang memiliki banyak spesies lumutnya, Indonesia memiliki tempat konservasi untuk tumbuhan lumut yaitu Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat atau area yang cukup terkenal dengan kawasan Gunung Gede Pangrangonya. Di Tempat ini selain banyak berbagai spesies tanaman dan pepohonannya, juga banyak sekali jenis-jenis tumbuhan lumut yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Demikianlah akhir dari ulasan dan penjelasan mengapa mengapa lumut dianggap sebagai vegetasi perintis. Semoga bacaan ini menjadi inspirasi bagi Anda semua.

Selanjutnya : Kata Pantai
Sebelumnya: Acara Televisi dengan Kata-kata Lucu Banget
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar