Mengenal Budaya Suku Arfak


Suku asfak adalah salah satu suku yang terdapat di Papua Barat. Suku ini sendiri terbagi lagi kepada beberapa suku. Yaitu, Suku Moilei, Suku Sohug, Suku Meihag, dan Suku Hatam. Terbaginya suku-suku tersebut juga menyebabkan berbeda-bedanya bahasa yang digunakan.

Suku yang terdapat di pegunungan Arfak dengan luas lahan sekitar 68.325 Ha ini juga dikenal dari sisi budayanya. Di antaranya ihwal tempat tinggalnya yang terkenal dengan nama rumah kaki seribu. Bila dari bentuk rumahnya, bentuknya sangat tradisional dan hanya memiliki dua pintu.

Yaitu, muka dan belakang. Rumah ini tidak memiliki jendela. Bangunan rumah ini pun persis seperti rumah panggung, baik dilihat dari konstruksinya, bahan-bahan kayu yang digunakan hingga atap yang menggunakan atap ilalang.

Namun tetap ada yang membedakannya dengan rumah panggung. Rumah kaki seribu memiliki banyak penyangga. Tidak bisa dilihat sekali pandang saja.

Karena banyaknya tiang penyangganyalah rumah yang secara bentuk mirip rumah panggung tersebut disebut dengan rumah kaki seribu.

Suku yang berada di kabupaten Manokarawi ini memiliki seni tari yang dinamakan dengan Tari Magasa atau yang biasa disebut juga dengan tari ular.

Diklaim dengan nama tari ular lantar adanya liukan dan gerakan yang mirip seperti ular yang diseleraskan dengan irama lagu. Tari magasa atau tari ular ini biasa disajikan pada acara perkawinan, penyembutan tamu yang datang, perayaan ulang tahun.

Biasanya, tari magasa ini dilakukan dengan kombinasi pria dan wanita. Meski tak menjadi masalah bila tari ini dimainkan oleh para wanita atau pria saja.

Gambaran umum dari tari magasa ini adalah saling himpit, bergandengan tangan, melompat dan menghentak-hentakan kaki ke tanah. Tari magasa mengandung makna romantisme, keindahan alam dan kepahlawanan.

Selain tarian magasa, juga ada tarian tumbuk. Buah merah menjadi simbol kebudayaan papua yang dijadikan tarian tumbuk. Pemuda dan pemudi masyarakat arfak sangat menyukai tarian tumbuk. Yang membuat tarian ini begitu indah lantaran mampunya pemuda dan pemudia membuat kreografi natural yang sangat unik.

Dengan adanya tari magasa dan tari tumbuk menunjukkan bahwa Papua memiliki nilai estetika yang tak kalah dengan provinsi-provinsi yang ada di Indonesia.

Inilah kupasan sederhana tentang Suku Arfak yang ada di Papua. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Menjawab Pertanyaan Perkembangan Islam di Indonesia
Sebelumnya: Mengenal Periodisasi Peradaban Romawi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar