Mengenal Tata Cara Budidaya Hidroponik


Budidaya hidroponik adalah teknologi rekayasa sistem pertanian tanpa menggunakan media tanam konvensional. Pola pertanian ini sudah lama diterapkan di Jepang, Taiwan, dan negara-negara maju lainnya. Teknologi hidroponik masuk ke Indonesia pada awal 80-an, sosok perintis pertanian hidroponik salah satunya adalah Bob Sadino, pengusaha pertanian terkenal.  Berkat Bob Sadino ini metode hidroponik banyak dikembangkan menjadi pertanian modern.

Metode pengembangan pertanian hidroponik dilakukan di dalam ruangan khusus atau rumah kaca. Tujuannya untuk mereduksi intensitas cahaya dan mencegah dari serangan serangga perusak tanaman.

Kelebihan sistem pertanian hidroponik, antara lain masa panen lebih cepat, tingkat pertumbuhan buah lebih optimal karena semua unsur nutrisi tanaman tercukup dari media baru. Selain itu, dari segi penampilan sayuran dan buah terlihat menarik, bersih, dan keragaman ukuran, bobot semua terjaga.

Selain itu, pangsa pasar dari pertanian hidroponik lebih banyak diminati pasar-pasar kelas atas seperti pasar ekspor Singapura, supermarket, hotel, dan restoran. Mereka mencari sayuran dan buah-buahan dengan kualitas prima.

Mengembangkan sistem pertanian hidroponik merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penggemar pertanian atau petani tulen. Konsep pertanian jenis ini jauh berbeda dengan sistem pertanian konvensional yang selama ini kita kenal. Konsep hidroponik meniadakan penggunaan tanah dan diganti dengan media tanam jenis yang baru. Berikut ini tips singkat budidaya lombok rawit dengan konsep hidroponik sederhana.

1. Bahan-bahan

•    Benih cabai rawit
•    Kaleng bekas, wadah minuman plastik
•    Sabut kelapa halus
•    Bubuk atau serbuk gergaji, sekam padi kering
•    Krikil

2. Cara Pembuatan

Campurkan bahan-bahan seperti sabut kelapa, serbuk gergaji, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Aduk hingga rata dan disiram air. Setelah itu, masukan ke dalam kaleng-kaleng bekas, tapi sebelumnya kaleng atau wadah minuman plastik harus dilobangi pada sisi-sisinya. Masuk campuran bahan itu, kemudian tutup dengan sabut kelapa. Fungsi sabut kelapa untuk menjaga kandungan air pada media tanam.

Setelah itu, masukan satu persatu biji cabai dalam wadah-wadah yang berisi media tanam. Siram secara berkala. Hingga muncul tunasnya. Untuk pemupukannya bisa diberi air bercampur fermentasi pupuk kompos. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara penyemprotan pada media tanam secara berkala.

Demikianlah gambaran ringkas budidaya hidroponik untuk tanaman cabai. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Selanjutnya : Film Indonesia Terbaik
Sebelumnya: Bentuk Vagina Anak-anak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar