Menggali Masalah Dengan Metode Tulang Ikan


Masalah adalah sesuatu yang wajar ditemui dan harus dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut berlaku untuk seluruh makhluk hidup, termasuk perusahaan yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk hidup.

Bahkan setiap benda yang dibuat manusia tentu akan timbul permasalahan di dalamnya meski dibuat dengan tujuan yang baik dan benar. Metode tulang ikan, salah satu diantara banyak metode untuk membantu membedah suatu permasalahan.

Permasalahan berarti memang sudah menjadi takdir untuk berdampingan hidup dengan manusia. Pemahaman tersebut membuat orang memperkirakan akan datangnya suatu permasalahan dari keputusan atau mendeteksi permasalahan yang telah timbul untuk antisipasi dan perbaikan di masa mendatang.

Metode Tulang Ikan

Terdapat banyak metode yang dapat digunakan dalam pengenalan masalah, salah satunya metode tulang ikan atau lazim disebut dengan fishbone diagram. Metode tulang ikan ditemukan oleh seorang ahli pengendalian kualitas asal Jepang bernama Dr. Kaoru Ishikawa, sehingga terkenal pula dengan sebutan Ishikawa Diagram. Selain tiga nama tersebut dapat pula disebut dengan Cause-and-Effect Diagram, sebab berusaha mengenali penyebab dan akibatnya terhadap aktivitas kerja suatu tim.

Metode tulang ikan ini banyak dipergunakan dalam mendeteksi permasalahan yang timbul pada perusahaan manufaktur, sebab di dalamnya terdapat beragam factor yang menyebabkan timbulnya permasalahan.

Beragamnya masalah tersebut kemudian diangkat dalam bentuk diagram tulang ikan, untuk dicari akar masalahnya dan kemudian diselesaikan. Penggunaan diagram ini cukup leluasa dan nyaman bagi setiap orang dalam beragam posisi.

Langkah Pembuatan Diagram Tulang Ikan

Untuk membuat diagram dengan metode tulang ikan, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Sepakati masalah yang akan dibahas. Tuliskan masalah pada bagian kanan papan pembahasan kemudian buat panah lurus ke arah masalah tersebut.

2. Tentukan kategori penyebab timbulnya masalah. Kategori inilah yang dibuat di sepanjang garis panah yang telah dibuat, sehingga membentuk tulang-tulang ikan. Kategori menjadi jalan atau penelompokan penyebab masalah sehingga lebih mudah dikenali.
Dalam manufaktur dikenal kategori 6 M yaitu:

  • Machine
  • Method
  • Material
  • Man and Mind Power
  • Measurement
  • Milieu / Mother Nature.

Dalam perusahaan jasa dikenal kategori 8 P dan 5 S, yaitu:

•    Product
•    Price
•    Place
•    Promotion
•    People Process
•    Physical Evidence
•    Productivity & Quality
•    Surroundings
•    Suppliers
•    Systems
•    Skills
•    Safety

Selain kategori-kategori tersebut, dapat pula ditentukan kategori sendiri sesuai dengan karakteristik masalah yang dibahas.

3. Tentukan penyebab masalah dalam tiap kategori. Dalam sesi ini banyak dilakukan brainstorming, untuk menentukan penyebab masalah yang beragam.

Tiap masalah diletakkan sesuai kategori dan ditulis dalam percabangan kategori. Lakukan pengidentifikasian penyebab masalah sebanyak mungkin.

4. Melakukan atau menyepakati masalah pokok. Pada langkah ini, lingkarilah penyebab masalah yang telah disepakati pada percabangan kategori yang telah dibuat sehingga diagram menjadi lebih sederhana dan mudah ditemukan solusinya.

Metode tulang ikan, dapat dilakukan dalam waktu yang lama atau singkat tergantung permasalahan yang dibahas. Setiap orang dapat berkontribusi untuk menentukan penyebab masalah. Kunci sukses dalam pembuatan metode tulang ikan adalah selalu bertanya “Mengapa?”.

Selanjutnya : Sistem Ekonomi Di Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin
Sebelumnya: Prestasi Agar Semakin Gemilang Tidaklah Mudah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar