Cara Menulis Kutipan dari Website


Menulis kutipan dari website itu harus dengan menuliskan kembali apa yang akan diambil. Kalau mengambil semuanya, artinya menjiplak dan mengutip seutuhnya. Ini tidak boleh.

Setelah mengutip, jangan lupa untuk mencantumkan asal kutipan. Sebutkan nama penulisnya. Diakhir karya yang memuat kutipan, jangan lupa untuk menyebutkan sumber sebagai referensi.

Contoh Penulisan Referensi dari Website

Setelah menulis kutipan dari website, jangan lupa membuat referensinya. Cara yang biasa dipakai adalah gaya APA atau American Psychological Association.

Caranya adalah dengan menuliskan nama penulis yang diawali nama belakangnya dan dipisahkan dengan koma baru menuliskan nama depan.

Setelah itu, angka tahun tulisan diunggah. Antara nama penulis dan tahun diunggah dipisahkan dengan titik. Selanjutnya judul tulisan yang ditulis dengan gaya title style atau  setiap kata diawali dengan huruf kapital kecuali untuk kata depan.

Judul ini tidak perlu dicetak miring atau diberi tanda kutip. Pisahkan dengan titik dan dilanjutkan dengan menuliskan alamat URL serta tanggal diaksesnya kutipan tersebut. Bisa juga dibalik. Tanggal diakses dahulu baru disebutkan alamat URL-nya. Contohnya:

Fulan. Fulana. 2013. The Nice Things To be Smart. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 didapatkan dari http://fuln.com/nicething. Atau

Fulan. Fulana. 2013. The Nice Things To be Smart. http://fuln.com/nicething diakses tanggal 20 Oktober 2013.

Memilih Kutipan yang Baik

Sebelum menentukan suatu kutipan, sebaiknya membandingkan minimal 3 buah topik yang sama. Biasanya akan terlihat kutipan yang terbaik. Perlu diingat bahwa kutipan ini akan mempengaruhi kualitas tulisan yang dibuat.

Kalau ternyata kutipan yang diambil itu bukan ditulis oleh orang yang ahli, maka tulisan yang dibuat juga akan diragukan kualitasnya. Apalagi kalau ternyata kutipan itu ditulis dengan cara hanya menjiplak dari tulisan orang lain.

Yang selanjutnya harus dipertimbangkan adalah tidak mengambil kutipan dari wikipidea. Tulisan yang ada di wikipidea itu ditulis oleh banyak orang yang tidak diketahui bobot ilmunya. Untuk itu, sebaiknya mengambil petikan atau kutipan dari tulisan orang yang memang tahu banyak atau ahli dibidang tersebut.

Jika referensi yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah ternyata lebih banyak yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, isi karya ilmiah itu pun akan mendapatkan dampaknya. Orang tidak akan menggunakn karya ilmiah tersebut sebagai acuan karena tidak dianggap berbobot.

Dengan menulis kutipan dari website yang dibahasakan lagi ini, artinya penulis tidak terkena plagiasi. Terkadang memang susah untuk membahasakan kutipan itu. Untuk menghindari plagiasi, banyaklah membaca referensi dengan topik sama agar kutipan menjadi lebih berwarna.

Selanjutnya : Kepribadian Wanita yang Disukai Pria
Sebelumnya: Benarkah Kentut Bisa Mengurangi Gas Lambung?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar