Metode Empiris dalam Penelitian Kualitatif


Letak kelayakan sebuah karya tulis adalah pada pemenuhaan metode sesuai jenis penelitian yang digunakan penulisnya. Seperti halnya metode empiris dalam penelitian kualitatif yang paling banyak dipilih oleh para penulis. Dalam metode empiris, seorang penulis diwajibkan aktif turun ke lapangan atau ke sumber-sumber informasi langsung demi untuk mendapatkan data yang mereka lakukan. Hasil yang nantinya mereka dapatkan, akan diolah sedemikian rupa dan menghasilkan bentuk pemaparan deskriptif, bukan berupa angka-angka.

Seperti yang disebutkan di atas bahwa seorang penulis yang menggunakan metode empiris wajib mengumpulkan data dengan cara terjun langsung ke sumber-sumber informasi yang mereka inginkan. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan penulis ketika mereka terjun ke sumber informasi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Teknik Wawancara

Pada teknik wawancara, penulis harus bisa mengorek informasi dari narasumber dengan cara melakukan pendekatan individu secara profesional. Bagi penulis yang memiliki sikap introvert mungkin cara seperti ini akan terasa sulit. Sebab, belum tentu narasumber yang dipilih dapat bersikap koorporatif dengan pewawancaranya. Oleh karena itu penulis diwajibkan melewati tiga tahapan dalam teknik wawancara, yaitu:

• Pembukaan formal, dilakukan dengan cara pengenalan diri terlebih dahulu, latar belakang diri, tujuan dilakukannya wawancara, dan manfaat dilakukannya penulisan tersebut.

• Pendekatan individu, dilakukan dengan cara membuat hubungan emosional antara penulis dengan narasumber agar narasumber merasa nyaman.

• Wawancara mendalam, dilakukan dengan cara menggali informasi sedetil-detilnya dari narasumber. Proses ini dapat dilakukan apabila tahap pendekatan individu telah dilakukan dengan sangat baik.

2. Teknik Observasi  

Pada teknik observasi, penulis dapat melakukannya dalam dua cara yaitu:

• Observasi partisipan, yakni penulis ikut menjadi bagian kehidupan orang-orang atau lingkungan yang ingin diobservasinya.

• Observasi non partisipan, yakni kebalikan dari observasi pasrtisipan. Penulis tidak harus ikut menjadi bagian kehidupan orang-orang yang ingin diobservasinya, melainkan hanya sebagai pengamat saja.

3. Teknik Dokumentasi

Pada teknik dokumentasi, penulis dihariskan mengumpulkan data-data otentik seperti klipingan dari surat kabar, transkip-transkip, foto-foto, notulen rapat, prasasti, dan lain sebagainya.

Demikian artikel tentang metode empiris dalam penelitian kualitatif. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Rasa Sakit Pada Kemaluan Waktu Kencing
Sebelumnya: Aplikasi SMS Banking di BBZ10
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar