Model Pembelajaran untuk SD

Tipe model pembelajaran untuk SD sangat beragam. Terkadang, kita menemukan guru SD yang terlalu monoton dalam memberikan pengajaran. Sehingga, muridnya juga tidak terlalu memedulikan tentang apa yang diajarkan. Jika murid tidak bisa memahami pelajaran dengan baik, maka kesalahan bukan karena muridnya saja, tapi gurunya yang mungkin kurang bisa memberikan pelajaran tersebut.

Seorang guru mempunyai tugas yang mulia dalam memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Guru juga harus paham tentang banyaknya model pembelajaran yang bisa ia terapkan agar murid-muridnya tidak bosan dan mengerti tentang apa yang diajarkan. Anak-anak SD memang bukan termasuk remaja, tapi menginjak remaja. Mereka memang belum sekritis anak-anak SMP dan SMA, tapi tentu mereka juga paham model guru yang menyenangkan atau membosankan.

Model Pembelajaran Murid SD

Ada beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan untuk murid SD. Salah satunya adalah model kooperatif. Model ini mengajak murid-murid untuk ikut serta dalam membahas suatu materi pembelajaran. Tak semua guru bisa menerapkan model pembelajaran ini karena merasa murid SD masih terlalu kecil. Sebenarnya, bisa saja diajak untuk membahas sebuah materi. Namun dari dasarnya saja. Materi yang lebih rumit tentu gurunya sendiri yang akan menjelaskan lebih lanjut.

Model pembelajaran lainnya adalah RME. RME adalah realistic mathematics education. Metode pembelajaran ini menggunakan masalah-masalah nyata yang dihadapi oleh para siswa. Misalnya materi tentang luas dan volume dapat dimulai dengan membahas tentang luas rumah atau volume sebuah pensil yang mereka miliki. Model ini dapat merangsang siswa berpikir karena masalah yang dicontohkan ada di depan mereka. Rumus-rumus yang kemudian mereka pelajari juga dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata akan lebih berguna bagi siswa.

Tak semua materi pelajaran cocok dengan semua model pembelajaran. Jadi, seorang guru juga harus memahami bahwa pembelajaran yang dilakukan tidak boleh selalu monoton. Antara satu materi dengan materi pembelajaran lain dapat menggunakan model yang berbeda-beda. Penerapan model pembelajaran untuk SD juga dapat menggunakan beberapa model sekaligus dalam sebuah mata pelajaran.

Selanjutnya : Adakah Titik Refleksi Pencernaan untuk Daya Tahan Tubuh?
Sebelumnya: Puisi Bencana Alam
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading