Mukzijat Kelahiran Rasulullah yang Menakjubkan

Kelahiran nabi besar Muhammad SAW memang telah banyak diramalkan. Ia adalah seorang manusia pilihan Allah yang paling sempurna dan menjadi nabi penutup. Mukzijat kelahiran rasulullah sungguh luar biasa.

Saat itu, pasukan yang dipimpin oleh Raja Abrahah hendak menggempur Ka’bah. Ka’bah merupakan bangunan suci yang terus mendapat perlindungan langsung oleh Allah SWT. Ketika pasukan yang menaiki gajah hampir mendekati Ka’bah,

Allah mengutus burung ababil untuk membawa batu panas dari neraka lantas membinasakan pasukan Raja Abrahah. Seketika itu juga, pasukan gajah yang dipimpin Raja Abrahah binasa menjadi abu. Bahkan peristiwa ini diabadikan dalam alqur’anul karim surat al fiil ayat 1-4.

Namun, masa kanak-kanak nabi tidaklah bahagia seperti anak-anak lainnya. Sejak kecil, ia telah ditinggalkan ayahnya karena meninggal dunia. Tak lama setelah itu, ibunya yang bernama Aminah juga meninggalkannya seorang diri di dunia. Setelah itu, ia diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Namun, Abdul Muthalib juga pergi meninggalkannya. Akhirnya, paman nabi mengasuhnya dengan penuh kasih sayang.

Tanda-tanda kenabiannya juga telah muncul semenjak kanak-kanak. Pernah ada seorang pendeta mengatakan bahwa suatu hari ia akan menjadi orang yang luar biasa hebat dan dicintai banyak orang. Waktu ia sedang menggembala kambing. Ia juga didatangi Jibril yang lantas membelah dadanya dan membasuhnya dengan air zamzam.

Peristiwa itu lantas dilaporkan kepada pamannya. Namun, betapa terkejutnya Abu Thalib yang menjumpai Muhammad dalam keadaan baik-baik saja. Sewaktu mengikuti sang paman berdagang ke negeri Syam, ada awan yang senantiasa memayungi beliau di sepanjang perjalanan.

Tanda-tanda inilah yang membuat Abu Thalib melindunginya dengan segenap jiwa dan raga. Ia tak segan-segan menghunuskan pedang kepada orang yang hendak mencelakai Nabi Muhammad.

Selain mukzijat kelahiran rasulullah yang begitu menakjubkan, nabi juga memiliki sifat teladan yang sangat terpuji. Sifat-sifat itu antara lain; shidiq, tabligh, fathonah, dan amanah. Tidak diragukan lagi bahwa ia memiliki sifat jujur. Tidak mengherankan jika ia diberi gelar Al Amin yang artinya dapat dipercaya. Beliau juga seorang yang cerdas dan menyampaikan apa yang dipesankan kepadanya.

Selanjutnya : Jarak Tanam yang Baik untuk Tanaman Karet
Sebelumnya: Rainbow Rose Cara Membuat Stek Mawar 1 Tangkai Macam-macam Warna
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini