Inilah Nama Asli Sultan Hasanudin Banten


Sultan Maulana Hasanuddin adalah pendiri Kesultanan Banten. Putra Sunan Gunung Jati (Syaikh Syarif Hidayatullah) ini sekaligus menjadi sultan pertama dari kesultanan. Akan tetapi, siapakah sebenarnya nama asli Sultan Hasanudin Banten ini? Bagaimana ia dapat mendirikan sebuah kesultanan, lalu menjadi pemimpinnya?

Sultan Maulana Hasanudin

Nama asli dari Sultan Maulana Hasanudin adalah Pangeran Sabakingkin. Nama ini diberikan oleh kakeknya, Sang Surowasan. Sultan Maulana Hasanudin juga dikenal dengan nama Pangeran Seda Kinkin. Seda berarti rakyat berduka, sedangkan kinkin artinya rindu akan kebijaksanaan. Nama tersebut mulai dikenal ketika penguasa Banten ini wafat dan rakyatnya merasa bersedih.

Maulada Hasanudin adalah sosok yang sangat berperan dalam penaklukan Pelabuhan Sunda Kelapa oleh Kerajaan Demak sekitar tahun 1527. Ketika itu, Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama Kerajaan Sunda.

Usai penaklukkan tersebut, Maulana Hasanudin mendirikan benteng pertahanan yang diberi nama Surosowan. Di kemudian hari, setelah Banten menjadi kesultanan yang berdiri sendiri, benteng ini menjadi pusat pemerintahan.

Kawasan Banten mulanya dikenal dengan sebutan Banten Girang. Kawasan ini merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Sunda. Kedatangan Maulana Hasanudin yang memimpin pasukan Kerajaan Demak ke wilayah ini, bertujuan untuk memperluas wilayah.

Hal ini dipicu oleh adanya kerja sama antara kerajaan Sunda dan Portugal dalam bidang politik serta ekonomi. Kerajaan Demak menganggap bahwa kerja sama ini dapat membahayakan kedudukan mereka setelah kekalahan kerajaan ini dalam upaya mengusir Portugal dari Malaka pada tahun 1513.

Selain memperluas wilayah, kedatangan pasukan Kerajaan Demak di bawah pimpinan Maulana Hasanudin adalah untuk menyebarkan dakwah Islam. Di kemudian hari, selain sebagai penguasa Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanudin juga dikenal sebagai sosok yang sangat berpengaruh pada penyebaran Islam di wilayah ini.

Setelah wafatnya Sultan Trenggana, Kerajaan Demak pun mengalami kemunduran dan Banten mulai melepaskan diri dari kerajaan ini serta menjadi kerajaan yang berdiri sendiri. Sultan Maulana Hasanuddin memerintah Kesultanan Banten dalam rentang waktu 1552 hingga 1570.

Setelah Pangeran Sabakingkin—nama asli Sultan Hasanudin Banten—meninggal, tampuk kepemimpinan Kesultanan Banten dilanjutkan oleh sang putra. Putra Sultan Hasanudin yang dimaksud adalah Maulana Yusuf.

Selanjutnya : Contoh Koperasi Penjualan/Pemasaran
Sebelumnya: Kekhusyukan Kotbah Jumat Zaman Dahulu
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar