Nama Bahan Pengawet Makanan yang Aman (Gorengan) Menurut BPOM


Kehidupan zaman sekarang banyak dilingkupi kegelisahan masalah kesehatan. Betapa tidak, bahan-bahan makanan yang berdampak sangat merusak tubuh, terkandung pada sebagian besar bahan pangan yang kita konsumsi, baik berupa zat pengawet, pewarna, maupun penguat rasa. Kehati-hatian dan selektif dalam memilih makanan atau bahan pangan menjadi kewajiban yang tidak boleh kita lupakan untuk meminimalkan masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tubuh melalui makanan. Berbicara mengenai bahan pengawet makanan, berikut adalah sebagian nama bahan pengawet makanan yang aman (gorengan) menurut BPOM.

Natrium Bisulfit (Sodium Hydrogen Sulphite)

Bahan pengawet ini umumnya digunakan untuk beberapa bahan pangan, seperti potongan kentangan goreng beku, selai, dan udang beku, dengan batas maksimum penggunaan 50 hingga 500 mg/kg.

Natrium Metabilsufit (Sodium Methabisulphite)

Natrium metabilsufit biasa digunakan pada udang beku dan potongan kentang goreng beku, dengan batas maksimum penggunaan 50 hingga 100 mg/kg.

Natrium Nitrit (Sodium Nitrite)

Bahan pengawet ini digunakan untuk daging olahan, cornet kalengan, dan daging awetan, dengan batas maksimum penggunaan 50 mg hingga 125 mg/kg.

Natrium Sulfit (Sodium Sulphite)

Bahan pengawet ini digunakan untuk potongan kentang goreng beku, selai, dan udang beku dengan batas maksimum penggunaan 50 hingga 500 mg/kg.

Asam Benzoat (Benzoic Acid)

Bahan pengawet ini banyak digunakan pada kecap, acar, margarin, minuman ringan, selai, minyak goreng, saos, dan sebagainya. Batas maksimum penggunaan 600 mg hingga 1 gr/kg.

Kalium Bisulfit (Potassium Bysulphite)

Bahan pengawet ini digunakan untuk udang beku, potongan kentang goreng beku, dan selai, dengan batas maksimum penggunaan 50 hingga 500 mg/kg.

Kalium Metabisulfit (Potassium Metabilsuphite)

Bahan pengawet ini digunakan untuk udang beku, potongan kentang goreng beku, dan selai, dengan  batas maksimum penggunaan 50 hingga100 mg/kg.

Kalium Nitrat (Potassium Nitrat)

Bahan pengawet ini digunakan untuk daging olahan, keju, dan daging awetan, dengan batas maksimum penggunaan 50 hingga 500 mg/kg.

Bahan pengawet di atas merupakan sebagian dari nama bahan pengawet makanan yang aman (gorengan) menurut BPOM, dengan catatan penggunaan tidak melebihi batas maksimum. Akan tetapi, membatasi konsumsi bahan pangan yang mengandung pengawet tentu jauh lebih baik. Memasak sendiri makanan dari bahan-bahan yang masih segar, termasuk makanan jenis gorengan, akan meminimalkan masuknya bahan pengawet ke dalam tubuh, ketimbang jajan di luar atau banyak mengonsumsi makanan olahan berpengawet.

Selanjutnya : Mengenal Ciri Sakit Maag
Sebelumnya: Pengalaman Membeli Laptop Toshiba Murah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar