Apa Nama Lain Tanah Podsolik?

Nama lain tanah podsolik adalah tanah podzolik merah-kuning atau sering juga penyebutannya disingkat sebagai tanah podzol. Tanah ini terbentuk dan terpengaruh oleh tingginya curah hujan rata-rata dan suhu yang rendah.

Tanah ini banyak ditemukan di daerah pegunungan tinggi Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, Maluku dan Papua. Ciri umumnya adalah kandungan unsur hara yang sangat minim yang menyebabkan tanah ini menjadi tidak subur. Tanah podzolik merah kuning sebagai nama lain dari tanah podsolik, memang memiliki warna merah hingga kuning sebagai ciri utamanya.

Penamaan

Tanah podzolik merah kuning sebenarnya sangat terkenal di Indonesia hingga orang awam sering menyebut namanya. Jenis tanah ini diperkenalkan pertama kalinya dalam pustaka ilmu tanah Indonesia pada 1957 oleh Dudal dan Soepraptohardjo. Sekali pun demikian, podzolik telah ditetapkan dan diperkenalkan lebih dahulu dalam pengklasifikasian susunan tanah oleh Baldwin pada tahun 1938.

Sebelum nama podsolik merah kuning diperkenalkan di Indonesia, dalam penggolongannya tanah ini termasuk dalam tanah lateritik. Sebagai tanah lateritik, Van der Voort (1950) lebih senang menyebut tanah ini sebagai tanah lateritik terdegradasi. Penyebutannya itu merupakan pemahaman atas persepsinya atas tanah lateritik yang telah mengalami kerusakan berat dan cenderung mustahil untuk diperbaiki.

Persepsi di atas memang sesuai dengan persepsi masyarakat Indonesia yang umumnya menyatakan bahwa tanah seperti ini adalah tanah yang tak memiliki harapan. Kecenderungan persepsi seperti ini, memang didasarkan atas pengetahuan masyarakat terhadap tanah di masa itu. Pengetahuan yang juga menunjukkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat agraris.

Persepsi lain yang senada adalah pemberian nama dari Dames (1955) dengan sebutan tanah lateritik terpodsolisasi. Sebutan yang memang memiliki makna serupa bahwa tanah tersebut telah mengalami kemunduran dalam kesuburan.

Klasifikasi Terbaru

Sistem klasifikasi tanah terbaru dari USDA menyebutkan bahwa tanah podsolik merah-kuning secara umum bisa digolongkan dalam ordo ultisol. Pengklasifikasian secara umum ini disebabkan karena dalam setiap sistem klasifikasi selalu menggunakan perangkat kriteria kelas yang berbeda.

Sekali pun bisa saja kriteria yang digunakan sama, hierarki dalam penerapannya tetap saja akan berbeda. Hal itulah yang akan menentukan perbedaan hasil dalam penempatan kelas.

Sederhananya, sistem klasifikasi yang kemudian menghasilkan nama baru, tidak hanya ditetapkan berdasarkan mode, selera atau ulah akademis, tetapi juga merupakan pernyataan pembaruan persepsi dan konsepsi atas tanah.

Demikianlah pembahasan tentang nama lain tanah podsolik dan pengklasifikasiannya. Semoga uraian ini memberikan manfaat dalam wawasan dan pengetahuan.

Selanjutnya : Pilihan Desain Gaun Pesta Pernikahan yang Patut Ditiru
Sebelumnya: Nama Grup Band Malaysia Tahun 90an Download
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini