Nama-nama Penyanyi Keroncong Indonesia


Nama-nama penyanyi keroncong Indonesia kini seperti lenyap dari peredaran. Hal itu seiring meredupnya popularitas musik keroncong di tanah air. Yang masih bertahan sekarang ini bukan lagi keroncong murni tetapi perpaduan dengan aliran musik lain.

Di masa kini, kita mengenal penyanyi Didi Kempot yang cukup populer dengan lirik lagu Jawanya. Lagu berjudul “Stasiun Balapan” dan “Sewu Kutho” pernah menjadi hits di berbagai stasiun radio. Lagu-lagu Didi Kempot dikenal beraliran keroncong dan dangdut (Congdut).

Penyanyi Bondan Prakoso dengan grup musik Fade 2 Black pernah melahirkan lagu “Keroncong Protol”. Lagu ini memadukan gaya musik rap dengan aliran musik keroncong. Lagu ini cukup efektif memopulerkan musik keroncong di kalangan anak muda “gaul”.

Sedangkan, perpaduan musik keroncong dengan aliran rock, pernah dipopulerkan penyanyi Koes Plus. Lagu keroncong “ala” Koes Plus sering dinamai beraliran Keroncong Pertemuan. Disebut juga perpaduan Stambul II dengan langgam keroncong.

Lagu “Bengawan Solo” karya Gesang merupakan satu-satunya lagu keroncong yang go international. Bahkan, di Jepang dan Hongkong lagu ini cukup populer. Kabarnya, setiap tahun pemerintah Jepang memberikan santunan kepada Gesang atas jasanya memopulerkan keroncong.

Pecinta keroncong tanah air sering menjuluki bapak Gesang dengan nama “Buaya Keroncong”. Julukan itu untuk pengandaian terhadap Gesang yang tak terkalahkan dalam menciptakan lagu “Bengawan Solo”.

Selain nama Gesang, kita mengenal tokoh keroncong Indonesia lainnya, misalnya Waljinah, Anjar Any, R. Pirngadie, Ki Manthous, dan Tuti Maryati. Nama-nama ini cukup populer pada masanya sebagai penyanyi keroncong di tanah air.

Anjar Any yang asal Solo adalah musisi pencipta lagu keroncong gaya Langgam Jawa yang cukup populer. Beliau bahkan telah menghasilkan karya 2000 judul lagu Langgam Jawa. Sementara, Ki Manthous yang asal Yogyakarta lebih dikenal sebagai pencipta keroncong Campursari.

Itulah beberapa nama-nama penyanyi keroncong Indonesia yang kita kenal. Setelah sempat berjaya di masa Keroncong Modern (1960-2000), kini keroncong tidak begitu populer lagi dan bahkan semakin tenggelam di tengah perkembangan aliran musik lainnya di tanah air.

Selanjutnya : Kumpulan Tip Harmonis dalam Keluarga
Sebelumnya: Kebaikan Koperasi Sekolah untuk Para Siswa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar