Nama Patung Kuda Monas

A. Patung Kuda Monas

Nama patung kuda Monas diambil dari nama salah satu tokoh pandawa yaitu patung Arjuna Wijaya, biasanya dijuluki dengan patung kuda. Patung yang eksotis ini bagi kebanyakan penghuni Jakarta tahu letaknya yang tidak jauh dari Monumen Nasional (Monas), disamping Bank Indonesia dan sejalur dengan Istana Negara. Patung yang letaknya strategis ini sudah menjadi patung bersejarah bagi bangsa Indonesia berkat kandungan makna didalamnya. Patung kuda yang berjumlah 8 ini menjadi kutipan sejarah bangsa Indonesia, bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya didapatkan pada bulan 8 yaitu Agustus.

Patung kuda ini menjadi pembahasan setiap sejarah yang ada di Indonesia dan menjadi satu dari bagian budaya yang patut untuk diilhami makna dan arti dalam ukirannya.

B. Kontruksi Patung Kuda Monas

Nama patung kuda Monas yang mempunyai nama asli Arjuna Wijaya ini dibuat oleh salah seorang seniman terbaik di Indonesia yaitu Nyoman Nuarta. Awal mulanya bahan dasar patung ini terbuat dari resin cokelat, lalu direnovasi dengan bahan tembaga tahun 2003. Patung kuda dibuat berjumlah 8 ekor dan dikendalikan 2 orang laki-laki seperti yang digambarkan salah satu anggota pandawa dalam sejarah dan pewayangannya.

C. Sejarah Patung Kuda Monas

Patung ini di persembahkan sebagai hadiah dari gubernur DKI Jakarta kepada rakyatnya dan diresmikan tepat sehari sebelum HUT kemerdekan RI yang ke-42 oleh presiden Soeharto pada tanggal 16 Agustus 1987. Sejarah yang terkandung dipatung ini merupakan gambaran besar dari kisah Baratayudha yang perang di padang Kurusetra antara Kurawa dan Pandawa.

Makna yang terkandung dalam bentuk kuda tersebut adalah ada 8 kuda yang sedang menarik sebuah kereta kuda. Jumlah kuda itu menggambarkan Asta Brata, 8 pedoman kepemimpinan yang diutarakan sebagian besar oleh Presiden Soeharto untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Di atasnya ada dua pria yang menggambarkan satu sebagai sais dan satu sebagai ksatria. Ada pula yang mengartikan patung 8 ekor kuda ini sebagai Arjuna Sasrabahu (titisan wisnu). Namun semua itu bukan asli dari budaya Indonesia tapi merupakan ajaran Hindu yang berasal dari India.

D. Kandungan Dari 8 Ekor Patung Kuda

Ada makna besar tersirat dipatung kuda berjumlah 8 ini, yaitu pedoman kepemimpinan yang menjadi pegangan dan patokan sebagaian besar raja dan pemimpin di Indonesia. Salah satunya adalah Presiden Soeharto. Berikut 8 pedoman kepemimpinan itu:

  • Matahari atau surya yang artinya harus mampu memberikan segudang semangat dan kehidupan yang layak serta tentram bagi rakyatnya.
  • Bulan atau candra yang artinya mampu memberikan sebuah pencerahan dan membimbing rakyat dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang.
  • Bumi atau pertiwi yang artinya harus mempunyai watak yang terpuji, jujur, teguh dan tidak mengecewakan amanah dari rakyat.
  • Angin atau bayu yang artinya harus dekat dengan rakyat tanpa memandang maratabat sehingga dapat mengetahui keinginnan dan keadaan rakyat serta menyerap aspirasinya.
  • Hujan atau indera yang artinya  harus berwibawa dan mampu mengayomi kehidupan rakyat.
  • Api atau agni yang artinya harus berani dan tegas dalam menegakkan keadilan untuk rakyatnya.

Nama patung kuda monas mempunyai spesifikasi sejarah dan makna yang penting untuk pemimpin kepada rakyatnya. Maka dari itu, patutlah kita menjaga dan berusaha untuk mengamalkan apa yang ada dalam kandungan patung kuda tersebut.

Loading...
Selanjutnya : Profile Perusahaan Penerbangan di Indonesia
Sebelumnya: Surat Perjanjian Kerjasama Proyek yang Baik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar