Nama Penyair Indonesia dan Ciri Angkatannya

Nama penyair Indonesia dapat digolongkan berdasarkan tahun karyanya mulai diterbitkan. Setiap decade memiliki ciri khas tersendiri pada syair yang dibuatnya. Hal tersebut terpengaruh oleh situasi budaya politik pada tahun yang melingkupinya. Buku-buku yang memuat nama penyair dan karyanya pun banyak diterbitkan dan diperjualbelikan secara bebas.

Nama Penyair Indonesia

Loading...

Angkatan pertama adalah angkatan balai pustaka. Angkatan ini mencatat Muhammad Yamin, Roestam Effendi, serta Sanusi Pane. Ciri khas syair pada decade ini dominan dengan rasa nasionalismenya. Seperti, puisi milik Muhammad Yamin yang melalui karyanya selalu membawa semangat nasionalisnya. Hal tersebut terlihat dalam puisinya berjudul Tanah Air dan Bahasa, Bangsa.

Rasa nasionalisme juga memengaruhi puisi-puisi karya Roestam Effendi. Seperti diketahui pada tahun tersebut Indonesia masih dijajah. Para penyair ini berjuang melalui karya-karyanya. Protes terhadap pemerintahan kolonial dilakukan melalui puisi.

Periode selanjutnya adalah angkatan tahun 50’an. Angkatan ini memiliki ciri-ciri bergaya epic, gaya mantra, ulangan, puisi liris, serta gaya slogan dan retorik. Beberapa ahli sastra berpendapat bahwa kesusastraan pada tahun ini mengalami kemunduran.

Angkatan tahun 50’an ini dimulai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.B. Jassin. Jajaran penyair lainnya ditahun ini ada nama WS Rendra dan Sitor Situmorang.

Seperti diketahui, WS Rendra merupakan pandiri Bengkel Sastra di Yogyakarta. WS Rendra dijuluki sebagai ‘Burung Merak’. Salah satu karya WS Rendra adalah Balada Orang-Orang Tercinta. Sedangkan contoh puisi karya Sitor Situmorang salah satunya adalah Anak Yang Hilang, Enam Benua, dan Angin di Danau Zurich.

Pada tahun 1966 merupakan angkatan baru yang ikut berjuang melalui puisi. Mereka dianggap memberikan angin segar pada perpuisian di Indonesia. Tahun ini juga menjadi pelopor puisi bebas.

Angkatan ini memiliki ciri-ciri tema perlawanan. Angkatan ini memakai puisi sebagai curahan hati atas penindasan dan tuntutan konkret tentang pangan dan kebutuhan hidup lainnya.

Nama-nama penyair yang menerbitkan karyanya di tahun ini adalah Chairil Anwar, Taufik Ismail, Mansyur Samin, Bur Rasuanto, dan masih banyak lagi. Salah satu karya Chairil Anwar yang terkenal adalah ‘Aku’.

Puisi tersebut mulai benar-benar buming ketika kumpulan puisis tersebut dijadikan salah satu tema dalam film layar lebar berjudul Ada Apa Dengan Cinta. Salah satu karya Taufik Ismail adalah Benteng dan Tirani, Mansur Samin dengan Perlawanan, dan Bur Rasuanto dengan Mereka Telah Bangkit.

Loading...
Selanjutnya : Nama-nama Pengarang Puisi Terkenal
Sebelumnya: Karangan Deskripsi Tempat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar