Guano Sebagai Nama Pupuk Unggulan

Guano nama pupuk yang mulai popular ini sebenarnya berasal dari bahasa asing yaitu bahasa Spanyol yaitu wanu yang memiliki arti kotoran atau feses yang berasal dari anjing laut, kelelawar dan burung laut. Pada tahun 1850-1880 guano merupakan komoditi perdagangan utama di Peru. Sedangkan di Indonesia, Guano dimanfaatkan sebagai pupuk. Berikut akan dibahas lebih lanjut tentang pembentukan Guano serta kelebihan dan kelemahan Guano yang membedakannya dengan pupuk jenis lainnya.

Proses Alami Pembentukan Guano

Di Indonesia, Guano berasal dari kotoran kelelawar, burung laut, dan yang sekarang sedang marak adalah kotoran burung walet. Meningkatnya permintaan sarang burung walet yang sebenarnya berasal dari air liur burung walet membuka peluang usaha lain dengan memanfaatkan kotorannya sebagai pupuk.

Proses pembentukan alami Guano melalui beberapa tahap, yaitu dimulai dari kelelawar atau burung yang memakan biji-bijian kemudian setelah melalui proses pencernaan kotoran dikeluarkan di sekitar sarang dan tahap akhir adalah penguraian kotoran tersebut oleh serangga tanah hingga akhirnya membentuk produk akhir yang kita sebut dengan Guano. Guano ini dapat langsung digunakan sebagai pupuk, atau Guano tersebut masih mendapat perlakuan lagi dipabrik dengan penambahan unsur pelengkap lainnya.

Kandungan utama pupuk guano ini adalah nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium dan sulfur. Kadar dan kualitas bahan organik yang terkandung dalam Guano tidak selalu sama karena tergantung pada jenis hewannya dan juga jenis bahan tambahan yang ditambahkan pada saat di pabrik. Penggunaan pupuk ini paling baik pada masa menjelang munculnya bunga dan buah serta menjelang panen.

Kelebihan dan Kelemahan Guano

Meskipun Guano adalah nama pupuk yang baru dikenal, ternyata pupuk ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang membedakannya dengan jenis pupuk lainnya. Kelebihan Guano adalah guano mengandung fungisida alami karena di dalamnya terbentuk bakteria dan mikrobiotik flora, dapat mengontrol pertumbuhan nematoda yang seringkali merugikan, memiliki daya kapasitas tukar kation yang besar sehingga mempermudah tanaman dalam menyerap usur hara dan yang pasti Guano merupakan pupuk yang ramah lingkungan. Sedangkan kelemahan Guano adalah harga Guano lebih mahal dibandingkan harga pupuk organik lain yang sudah ada dan adanya biji dorman yang terkandung dalam Guano dapat tumbuh sebagai gulma yang mengganggu tanaman pokok.

Penggunaan Guano dapat digunakan besamaan dengan pupuklainnya, misal pupuk kompos,pupuk NPK kemasan , maupun pupuk kandang.

Uraian di atas menjelaskan bahwa sebenarnya masih banyak bahan alami yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Dengan demikian diharapkan agar penelitian-penelitian bahan natural yang bermanfaat dalam bidang pertanian dapat diperbanyak agar menghasilkan nama pupuk baru lainnya seperti Guano.

Selanjutnya : Kata-kata Mutiara untuk Teman Sekolah
Sebelumnya: Contoh Pembukuan Simpan Pinjam pada Koperasi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...