Peranan Penulis Naskah Dialog Film Laskar Pelangi


Bagaimana naskah dialog film Laskar Pelangi? Film Laskar Pelangi merupakan salah satu film yang diangkat dari naskah novel karya Andrea Hirata. Menonton film tentang anak-anak Belitong dengan membaca novel aslinya merupakan pengalaman yang berbeda.

Naskah Dialog Film Laskar Pelangi

Di sinilah peranan penulis naskah dialog film Laskar Pelangi untuk memberikan penggambaran baru, tetapi tidak mengecewakan imajinasi yang sudah lekat pada penggemar novel ini. Menurut Andrea Hirata, “Untuk apa dibuat film, jika sama persis dengan novelnya“.

Jika pada novel, cerita yang disajikan melompat-lompat dan diceritakan secara mozaik, sedangkan dalam filmnya penulis naskah menyajikannya dalam bentuk penulisan tiga babak dengan struktur jalan cerita yang jelas guna menonjolkan setiap karakter yang ada. Salman Aristo sang penulis naskah, mempunyai sebuah tantangan tersendiri dalam pembuatan naskah novel ke dalam sebuah naskah dialog.

Salman Aristo mulai dikenal sebagai penulis naskah film Brownies dan berhasil masuk ke dalam nominator penulis skenario diajang festival film Indonesia pada tahun 2005, salah satunya adalah film Jomblo dan Ayat-ayat Cinta. Naskah film Laskar Pelangi ini dibuat menjadi 11 draft dalam kurun waktu satu tahun beserta persiapan pembuatan film dan pemilihan pemain yang diambil dari anak-anak asli Belitong.

Pembuatan draft ini mendapatkan izin dari penulis aslinya untuk menceritakan secara bebas, asalkan sesuai dengan isi yang disampaikan oleh penulis aslinya, yaitu tentang keterbatasan pendidikan, kemarginalan masyarakat, dan proses pencapaian mimpi.

Tidak mudah memang menerjemahkan sebuah cerita yang telah dibangun melalui kata -kata serta efek dramatisasi yang dibuat dan pembangunan imajinasi yang sudah lekat oleh pembaca novel untuk menjadikannya ke dalam durasi film.  Oleh karena itu, Salman Aristo sebagai penulis naskah dialog, dan Riri Riza serta Mira Lesmana yang merangkap sebagai Co-writer, benar-benar harus mengemas film ini dengan apik agar tidak mengecewakan penggemar novelnya.

Pengemasan dari kata-kata yang berjumlah ratusan halaman sebuah novel, menjadi sebuah naskah dialog film dilakukan dengan cara memfokuskan cerita pada sebuah masa di mana 10 karakter utama di novel tersebut duduk dikelas 5 dan 6 SD.

Demikianlah ulasan mengenai pentingnya peranan penulis naskah dialog Laskar Pelangi dengan keterlibatan pemain dan jajaran yang terlibat untuk menjadikan sebuah film yang fenomenal dan salah satu yang menginspiratif bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Selanjutnya : Naskah Teater Pendek
Sebelumnya: Kiat Buat Naskah Drama Cerita Sekolah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar